nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keuntungan Urus Sertifikat Tanah Pakai Sistem Digital

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 21:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 11 470 2016583 keuntungan-urus-sertifikat-tanah-pakai-sistem-digital-5BkRUKspmx.jpg Ilustrasi: Foto Setkab

JAKARTA - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat dewasa ini telah berdampak pada perubahan-perubahan mendasar yang membawa bangsa Indonesia menuju paradigma baru memasuki era Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Dengan berkembangnya teknologi yang ada saat ini disertai dengan tuntutan yang besar terhadap layanan pertanahan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memahami digitalisasi data pertanahan menjadi hal yang penting dan harus segera dilaksanakan.

 Baca Juga: Tak Lagi ke Kantor, Urus Sertifikat Tanah Pakai Sistem Digital

Apalagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta tiga tahun yang lalu agar pelayanan di bidang pertanahan segera ditransformasikan ke dalam sistem pelayanan yang berbasis digital. Pelayanan ini diharapkan bisa diterapkan tahun ini.

Staf Ahli Bidang Landreform dan Hak Masyarakat Atas Tanah Joko Heriyadi mengatakan, digitalisasi ini diharapkan akan menghasilkan data pertanahan yang akurat, transparan dan aman.

"Sehingga proses pelayanan pertanahan yang bersifat elektronik, online, real time, dan akurat nantinya akan sangat memudahkan masyarakat dalam berinvestasi," ujarnya seperti dikutip akun instargram kementerian.atrbpn, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Sosialisasi dan evalusi ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 11-13 Februari 2019, sementara untuk tahap kedua dilaksanakan pada tanggal 20-22 Februari 2019.

 Baca Juga: Ada Pungli Sertifikat Tanah, Begini Jawaban Kepala BPN

Untuk tahap pertama ini dihadiri sebanyak 490 orang peserta yang merupakan Administrator Komputerisasi Kegiatan Kantor Pertanahan yang berasal dari Kantor Wilayah BPN Provinsi di Pulau Sumatra dan Pulau Jawa.

Lebih lanjut Joko mengatakan dengan berkembangnya teknologi dapat menciptakan pekerjaan baru, namun juga dapat membuat punah pekerjaan yang dilakukan secara konvensional.

"Karena ke depannya pelayanan pertanahan dilaksanakan tanpa harus bertatap muka, untuk itu kita harus mulai beradaptasi terhadap kemajuan teknologi digital," ujarnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini