nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tarif Tol Indonesia Disebut Lebih Mahal dari Malaysia? Ini Fakta Sebenarnya

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 14:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 12 320 2016836 tarif-tol-indonesia-disebut-lebih-mahal-dari-malaysia-ini-fakta-sebenarnya-0DstzCE51O.jpg Ilustrasi Tol Trans Jawa (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menuding tarif Tol Trans Jawa yang dibangun Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terlalu mahal. Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, tarif Tol Trans Jawa jauh lebih mahal.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono membantah hal tersebut. Sebab menurutnya, berdasarkan data yang diberikan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tarif tol Indonesia justru relatif lebih rendah dibandingkan Malaysia.

"Ada yang bilang di Indonesia itu tari tol paling mahal, sebetulnya itu enggak betul, menurut BUJT ada datanya itu enggak betul (kalau tarif tol Indonesia mahal)," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Baca Juga: Penurunan Tarif Tol Trans Jawa Dilaporkan ke Presiden Jokowi

Menurut Basuki, jika ingin membandingkan tarif tol maka harus berimbang. Maksudnya, perbandingan tarif tol yang ada di Malaysia dan Indonesia harus sama tahun pembangunannya.

"Misalnya, yang di Malaysia itu dibangun tahun berapa. Dibandingkannya dengan tol di Indonesia yang dibangun tahun berapa," katanya.

Sebagai salah satu contohnya, tidak adil rasanya jika memang perbandingannya adalah pada tarif tol yang baru diresmikan seperti Batang-Semarang. Sebab berdasarkan perhitungan inflasi dan sebagainya pun sangat berbeda.

Hal tersebut berbeda jika dibandingkan dengan tarif tol yang dibangunnya bersamaan dengan tol di Malaysia. Salah satu contohnya adalah jalan tol Jagorawi dan Jakarta-Cikampek yang masing-masing tarif yang Rpl.110 per kilometer (km) dan Rp200 per km.

"Kalau dibandingkannya dengan tahun investasi yang sama, kita lebih murah. Kalau dibandingkannya dengan tol yang baru, kita lebih mahal. Jadi tergantung melihatnya, bagaimana memanfaatkan data," katanya.

Baca Juga: Tarif Tol Trans Jawa Akan Diturunkan

Sementara untuk tol-tol yang baru diresmikan memang tarifnya jauh lebih tinggi. Seperti Tol Batang-Semarang yang tarifnya ditetapkan sebesar Rp1.500 per km.

"Kalau dia dibandingkan dengan Tol Batang Semarang yang Rp1.500 ya dia lebih mahal. Jadi tergantung melihatnya tergantung kepentingannya," ujarnya.

Sebagai gambaran, tarif yang oleh pemerintah ditetapkan memang lebih mahal karena sebagian besar ruas dibangun baru-baru ini. Sementara, jaringan jalan tol di Malaysia telah tersambung sejak lama sehingga nilai investasi yang dikeluarkan tentu lebih sedikit.

Jika dibandingkan 'Negeri Jiran', Indonesia memang terlambat dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan tol. Pada 2017, ketika Indonesia masih memiliki jalur tol sepanjang 984 km, Malaysia sudah membangun jauh lebih panjang yakni mencapai lebih dari 3.000 km.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini