nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tol Trans Jawa Mahal, Menteri PUPR: Yang Protes Sopir Truk Bukan Pengusaha

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 15:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 12 320 2016847 tol-trans-jawa-mahal-menteri-pupr-yang-protes-sopir-truk-bukan-pengusaha-TP9kPXy8qc.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: PUPR)

JAKARTA - Asosiasi Logisitik Indonesia (ALI) belakangan mengeluhkan tarif Tol Trans Jawa yang kemahalan. Mereka menyebut jika tarif Trans Jawa untuk truk pengangkut logisitik mencapai Rp1,3 juta.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, sebetulnya yang mengeluhkan mengenai tarif tol bukanlah dari perusahaan logisitik. Melainkan dari para driver mobil logisitik.

"Sebetulnya yang bersuara itu para driver-nya," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Baca Juga: Tarif Tol Indonesia Disebut Lebih Mahal dari Malaysia? Ini Fakta Sebenarnya

Menurut Basuki, dari perusahaan logisitik sebetulnya sudah memberikan uang untuk jalan tol sesuai kebutuhannya. Hanya saja para driver mengaku keberatan karena jalan tol masih terlalu mahal.

"Karena kalau biaya yang diberikan oleh pengusahanya sudah ada biaya cost di tol," ucapnya.

Lagi pula, lanjut Basuki, beberapa asosiasi justru menyampaikan terima kasih. Sebab dengan menggunakan jalan tol, maka bisa mempercepat jarak tempuhnya.

"Dikasih 3 hari misalnya, sedangkan di tol satu hari paling nyampe," katanya.

Menurut Basuki, penurunan tarif tersebut dirasa belum cukup. Sebab harga makanan di restoran area jalan tol juga jauh lebih mahal dibandingkan di Pantura.

Biasanya sopir truk hanya mengeluarkan uang Rp10 ribu saja untuk makan di Pantura. Sedangkan untuk bisa makan di rest area harus mengeluarkan uang lebih banyak

"Misalnya di Pantura, mereka bisa ke warung dengan harga Rp10 ribu biasa. Tapi rest area bisa lebih mahal,” ujarnya.

Baca Juga: Penurunan Tarif Tol Trans Jawa Dilaporkan ke Presiden Jokowi

Oleh karena itu, perlu pertimbangan-pertimbangan menurunkan tarif tol. Termasuk bagaimana ketersediaan fasilitas yang murah yang ada di jalan tol tersebut.

"Jadi tidak semata-mata tarif tolnya saja menurut saya. Mereka bisa ganti ban di mana saja, jadi yang gitu-gitu juga jadi perhatian," ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini