nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dampak Ekonomi Tol Trans Jawa Terasa 5 Tahun Lagi

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 20:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 12 320 2017028 dampak-ekonomi-tol-trans-jawa-terasa-5-tahun-lagi-rebiLpeumT.jpg Ilustrasi Jalan Tol (Foto: Jasa Marga)

JAKARTA - Pemerintah sangat optimis jika dalam waktu lima tahun ke depan masyarakat akan menikmati jalan Tol Trans Jawa. Meskipun saat ini, jalan Tol Trans Jawa masih relatif rendah penggunanya.

Deputi II Kepala Staff Kepresidenan Yanuar Nugroho mengatakan, berdasarkan pengalaman negara lain, pembangunan infratruktur akan secara otomatis mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Meskipun manfaatnya baru bisa dirasakan dalam waktu 5-8 tahun ke depan.

"Trust me percaya saya itu sih sudah rumus di dunia ini. Nanti pertumbuhan ekonomi bisa dilihat lebih delapan tahun akan datang," ujarnya saat ditemui di Kantor Kepala Staff Presiden (KSP), Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Baca Juga: Pedagang Pantura Bakal Ramaikan Rest Area Tol Trans Jawa

Menurut Yanuar, terdongkraknya pertumbuhan ekonomi seiring semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan jalan tol. Khususnya kendaraan logisitik yang membuat arus barang semakin cepat.

"Satu prefensi, dua hitung-hitungan keekonomian itu selalu relatif terhadap daya beli dan kemampuan akses masyarakat," ucapnya.

Menurut Yanuar, banyaknya masyarakat yang menggunakan jalan tol Trans Jawa karena masyarakat mulai sadar manfaat langsung dari melewati jalan bebas hambatan. Dengan menggunakan jalan tol, waktu tempuh kendaraan bisa jauh lebih cepat dibandingkan melalui jalan non tol.

Sedangkan ongkos logistiknya pun (cost Logisitik) tidak berbeda jauh dengan ketika menggunakan jalan non tol. Oleh karena itu, secara perlahan banyak masyarakat yang memilih mewah jalan tol khusus kendaraan Logisitik.

Baca Juga: KSP Akui Tol Trans Jawa Belum Seramai Jalan Pantura

Mengenai tarifnya, nantinya akan ada penyesuaian setiap tahunnya. Karena berdasarkan aturan, tarif tol sendiri akan ada penyesuaian tergantung dari pertumbuhan ekonomi dan inflasi negara.

"Pasti ada inflasi dan tarif akan disesuaikan tetapi nilai keekonomian melihat kemudian orang melihat oh iya ya saya membayar lima ribu lebih mahal tapi barang saya sampai lebih cepat ikan saya tidak bau, sayuran saya tidak busuk itu nilai ekonomi loh mas yang tercermin dalam harga itu," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini