nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Properti Residensial Diperkirakan Naik

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 10:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 13 470 2017215 harga-properti-residensial-diperkirakan-naik-BY10391fzJ.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA – Harga properti residensial pada kuartal I/2019 diperkirakan akan meningkat. Hal ini terindikasi dari kenaikan indeks harga properti residensial (IHPR) kuartal I/2019 yang sebesar 0,42% dibandingkan kuartal yang sama periode sebelumnya (quarter to quarter/ qtq), lebih tinggi dibandingkan 0,35% (qtq) pada kuartal sebelumnya, terutama disebabkan oleh kenaikan harga bangunan dan upah tenaga kerja.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman mengatakan, peningkatan kenaikan harga rumah diperkirakan terjadi pada rumah tipe kecil dari 0,39% (qtq) menjadi 0,59% (qtq) dan pada rumah tipe menengah dari 0,28% (qtq) menjadi 0,38% (qtq).

“Sementara untuk rumah tipe besar, kenaikan harga melambat dari 0,39% (qtq) menjadi 0,29% (qtq),” kata Agusman di Jakarta kemarin. Adapun secara tahunan, kenaikan harga properti residensial pada kuartal I/2019 diperkirakan melambat dari 2,98% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) pada kuartal sebelumnya menjadi 1,96% (yoy).

Baca Juga: Optimisme Pengembang Properti di Tahun Politik

Berdasarkan tipe bangunan, melambatnya kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah. Kenaikan harga rumah tipe kecil diperkirakan melambat dari 4,80% (yoy) menjadi 3,05% (yoy), rumah tipe menengah dari 2,54% (yoy) menjadi 1,61% (yoy), dan rumah tipe besar dari 1,60% (yoy) menjadi 1,24% (yoy).

Berdasarkan wilayah, kenaikan harga rumah tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Bandar Lampung, sedangkan penurunan harga terdalam terjadi di Kota Balikpapan. “Sebanyak 18,84% responden menyatakan bahwa suku bunga KPR (kredit pemilikan rumah) saat ini dianggap masih cukup tinggi sehingga menghambat pertumbuhan properti.

Selain itu, faktor lainnya yang menjadi penghambat antara lain adanya uang muka pembelian rumah, pajak, kenaikan bahan bangunan, dan kesulitan dalam pengurusan perizinan,” jelasnya.

rumah

Sementara itu, kenaikan harga properti residensial secara kuartalan melambat pada kuartal IV/2018, tercermin dari kenaikan indeks harga properti residensial (IHPR) kuartal IV/2018 sebesar 0,35% (qtq) atau lebih rendah dibandingkan 0,42% (qtq) pada kuartal sebelumnya. Secara tahunan, kenaikan harga properti residensial juga melambat dari 3,18% (yoy) pada kuartal sebelumnya menjadi 2,98% (yoy).

Adapun secara kuartal, melambatnya kenaikan harga properti residensial terjadi pada tipe rumah kecil. Berdasarkan wilayah, kenaikan harga properti residensial tertinggi pada kuartal IV/ 2018 terjadi di Kota Surabaya.

Agusman mengungkapkan, pada kuartal IV/2018, meski kenaikan IHPR secara kuartalan melambat, biaya yang dikeluarkan oleh rumah tangga untuk tempat tinggal semakin meningkat.

Hal ini tercermin dari kenaikan indeks harga konsumen (IHK) sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 1,35% (qtq), lebih tinggi dari 0,73% (qtq) pada kuartal sebelumnya. Adapun secara tahunan, melambatnya kenaikan harga rumah properti residensial terjadi pada semua tipe rumah.

(Kunthi Fahmar Sandy)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini