Menurutnya, pembatalan perjalanan tak hanya berdampak pada hotel-hotel di daerah saja. Melainkan hotel di kota besar seperti Jakarta, Bandung bahkan Surabaya pun terkena imbasnya.
"Karena dengan kejadian seperti ini, otomatis perjalanan masyarakat berkurang. Nah kalau berkurang, semua (hotel) kena, tidak hanya yang di daerah, di jakarta berkurang karena orang daerah juga membatalkan perjalannya ke Jakarta," ucapnya.
"Di daerah juga lebih-lebigkarena orang ke daerah membelanjakan uangnya untuk beli oleh-oleh atau membeli jasa lain, sekarang mereka sepi," katanya.
Hariyadi mengaku heran dengan kenaikan tiket pesawat ini. Karena beberapa maskapai seperti Garuda Indonesia menyebut tidak menaikan tarif melainkan hanya mencabut tarif promo yang selama ini berlaku.
"Harga tiket kita ini kenyataannya ada kenaikan walaupun di dalam acara PHRI saya sampaikan seperti Garuda enggak pernah bilang harga naik, tapi menghilangkan tiket promo," tuturnya.