nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditjen Pajak Keberatan Harga Avtur Mahal karena PPN

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 17:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 14 20 2018006 ditjen-pajak-keberatan-harga-avtur-mahal-karena-ppn-a4DN6BgPc7.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai, tidak tepat jika Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada avtur menyebabkan tingginya harga bahan bakar pesawat itu. Adapun selama ini, pembelian avtur memang dikenai PPN sekitar 10%.

"Selama ini avtur sudah terutang PPN 10%, jadi kalau dibilang pajak sebagai penyebab tingginya harga avtur saat ini, itu rasanya tidak tepat," ujar Direktur Pelayanan, Penyuluhan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama kepada wartawan, Kamis (14/2/2019).

Baca Juga: Presiden Jokowi Perintahkan Harga Avtur Dihitung Ulang

Dia menyatakan, bukan hanya Indonesia, tapi negara-negara lain juga menerapkan PPN pada avtur, meski besarannya berbeda-beda. Oleh sebab itu, jika PPN dikaitkan pada kenaikan harga avtur hingga berdampak pada tiket pesawat, hal yang tidak tepat.

Menurutnya, perlu mengidentifikasi masalah secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab kenaikan harga tiket pesawat.

Baca Juga: Masuk Bisnis Avtur, BP-AKR Jadi Kompetitor Pertamina

"Akhir-akhir ini tidak ada kebijakan perpajakan baru terkait industri atau sektor tersebut, jadi tidak fair (adil) kalau kenaikan tiket pesawat, diatribusikan ke pajak," kata dia.

Soal kemungkinan adanya kebijakan penurunan PPN avtur, Hestu menegaskan, untuk lebih dahulu mengetahui penyebab pasti dari kenaikan harga tiket pesawat.

"Sebelum mengarah ke sana, sebaiknya diidentifikasikan terlebih dahulu dengan tepat dan komprehensif, apa penyebab kenaikan harga tiket pesawat terbang," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini