nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

300.000 Tenaga Konstruksi Ditargetkan Miliki Sertifikat Tahun Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 18:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 14 470 2018046 300-000-tenaga-konstruksi-ditargetkan-miliki-sertifikat-tahun-ini-wllI9qJsoj.jpg Tenaga Konstruksi Indonesia (Foto: PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan sekitar 300.000 tenaga konstruksi dapat memiliki sertifikat tahun ini. Angka tersebut naik tiga kali dibandingkan realisasi pemberian sertifikat tenaga konstruksi pada 2018.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanuddi mengatakan, hingga saat ini sudah ada 8,3 juta tenaga kerja konstruksi. Namun baru sekitar 616.000 tenaga kerja yang memiliki sertifikat atau sekitar 7,4% dari total keseluruhan.

Baca Juga: Kementerian PUPR Terus Genjot Jumlah Tenaga Kerja Konstruksi Kompeten

Oleh karena itu, pihaknya perlu menggenjot target tersebut agar bisa terealisasi. Khususnya untuk tenaga ahli konstruksi yang angkanya masih sangat rendah sekali.

"Kebutuhan tenaga ahli (bersertifikat) mencapai 700.000 orang. Itu untuk tenaga ahli saja," ujarnya saat ditemui di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Syarief menambahkan, untuk mengejar target tersebut pihaknya menggandeng asosiasi dan juga perusahaan konstruksi swasta. Dengan kerja sama tersebut, diperkirakan Kementerian PUPR akan bisa memberikan sertifikat kepada 212.000 orang tenaga kerja konstruksi.

Baca Juga: 311 Tukang Bangunan RI Garap Proyek di Malaysia hingga Aljazair

Menurut Syarief, dengan menggandeng swasta pemerintah akan lebih mudah dalam memberikan sertifikat kepada tenaga konstruksi. Selain itu, dari sisi anggaran juga jauh lebih efisien karena tidak perlu mengeluarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang besar untuk memberikan sertifkat kepada tenaga kerja konstruksi.

"Kemarin waktu Presiden melakukan sertifikasi 10.000 (tenaga kerja) ternyata ada 12.000, dan Presiden minta 10 kali lipat dan lebih besar lagi Insya Allah sejuta," ucapnya.

(fbn.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini