nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menguntungkan, Simak Kiat Bisnis Tahu Isi Sayur Berikut!

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis · Sabtu 09 Maret 2019 05:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 18 320 2019573 menguntungkan-simak-kiat-bisnis-tahu-isi-sayur-berikut-iN7rO6XxPo.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Apa kamu salah satu penggemar tahu? Selain enak, makanan ini juga bergizi karena berbahan baku kedelai. Kacang kedelai memiliki kandungan gizi yang banyak seperti sumber protein nabati, lesitin, vitamin A, B, kompleks, E, kalsium, fosfor, magnesium, dan zat besi. Kedelai bila dikonsumsi secara tepat dapat menurunkan kadar kolesterol, mencegah kanker, mencegah osteoporosis, mengobati anemia, dan sebagainya.

Tahu dapat divariasikan dengan bahan lain, contohnya dengan sayur. Selain tambah bergizi, olahan jenis ini menambah cita rasa semakin enak. Tertarik untuk membuka bisnis tahu isi sayur? Simak kiat berikut yang dilansir dari buku Bisnis Modal 500 Ribuan karya Evita P Purnamasari:

1. Pilihlah tahu yang baik, tidak berbau asam (kalau dalam bahasa Jawa kecing), tekstur lembut, dan mempunyai aroma khas tahu.

2. Untuk bahan isian, pilihlah sayur yang masih segar, agar kualitas rasa benar-benar terjamin.

3. Tentukan harga yang terjangkau oleh masyarakat.

4. Promosi terus-menerus mengenai produk bisnismu, agar semakin dikenal masyarakat.

Baca Juga: Siapa Bilang Usaha Kebab Mahal, Ini Buktinya

Rintangan

Adakalanya ketika kamu menjalankan bisnis menghadapi rintangan-rintangan. Tidak perlu goyah, siapkan dirimu menghadapi setiap rintangan, yakinlah bahwa setiap rintangan pasti ada jalan keluarnya. Rintangan-rintangan itu, antara lain sebagai berikut.

1. Karena jenis olahan ini termasuk tidak tahan lama, usahakan tidak terlalu banyak menyediakan bahan, baik bahan baku maupun bahan tambahan yang lain.

2. Adakalanya mood kamu tidak stabil, mood yang tidak stabil akan memengaruhi kualitas rasa, misalnya terlalu asin. Untuk itu, jaga mood agar tetap stabil, misalnya memikirkan hal-hal yang membuatmu senang.

3. Yang perlu kamu lakukan jika ada agen yang tidak tertib dalam pembayaran adalah bertindak tegas.

Strategi bisnis

Berikut ini ada beberapa strategi bisnis yang bisa kamu terapkan dalam menjalankan bisnis ini, di antaranya :

1. Bekerja sama dengan pengrajin tahu, untuk mendapatkan harga tahu yang lebih murah pasaran.

2. Membuat aneka variasi untuk isinya, misalnya berisi bihun putih.

3. Menyiapkan sambal kacang atau saus sebagai cocolan makan tahu isi.

4. Tawarkan sebagai pilihan snack box.

5. Memperluas jaringan bisnis kamu dengan cara titip jual, bisa bekerja sama dengan kantin sekolah, toko roti, dan sebagainya.

6. Menyediakan fasilitas antar-jemput dengan jumlah tertentu, contohnya pemesanan di atas 50 buah.

tahu

Modal

- Alat masak (wajan, spatula kayu, dsb) Rp100.000

- Pisau Rp75.000

- Talenan Rp10.000

- Kompor dan gas Rp500.000

- Baskom/ember Rp20.000

Jumlah Rp705.000

Peralatan mengalami penyusutan selama empat tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp2.000 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp705.000 - Rp2.000)/4 = Rp175.750 per tahun atau sama dengan (Rp175.750 : 12) = Rp14.700 per bulan.

Perkiraan laba/rugi per bulan

Asumsi pendapatan per hari 60 kemasan Rp3.000

Rp3.000 x 60 x 24 hari

Biaya-biaya

- Penyusutan peralatan Rp500

- Tahu kulit Rp15.000

- Minyak goreng Rp30.000

- Kol Rp1.500

- Wortel Rp3.000

- Taoge Rp1.500

- Ayam Rp5.000

- Daun bawang Rp500

- Seledri Rp500

- Garam Rp500

- Gula pasir Rp500

- Kaldu ayam bubuk Rp300

- Tepung sagu Rp500

- Air Rp1.000

- Bawang putih Rp1.500

- Bawang merah Rp2.000

- Merica bubuk Rp300

- Tepung terigu Rp4.000

- Tepung beras Rp500

- Kunyit bubuk Rp200

- Kemasan Rp5.000

Jumlah biaya tidak tetap Rp73.800

Biaya tetap

- Gaji karyawan/hari Rp15.000

- Sewa tempat/hari Rp40.000

- Perawatan alat Rp1.000

- Listrik Rp2.000

- Air Rp1.000

- Bahan bakar Rp7.000

Jumlah biaya tetap Rp66.000

Total biaya pengeluaran per bulan

Rp73.800 + Rp66.000 x 24 = Rp3.355.200

Laba bersih

Rp4.320.000 - Rp3.555.200 = Rp964.800

Perkiraan modal kembali

Rp964.800/Rp705.000 = ± 1,4 bulan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini