Sering Berantem, Menteri Rini Senang Akhirnya Pelindo I-IV Akur

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 18 Februari 2019 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 18 320 2019639 sering-berantem-menteri-rini-senang-akhirnya-pelindo-i-iv-akur-klwtxxkIvV.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTAPT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III dan IV menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pembentukan Dewan Transformasi dalam rangka implementasi cluster prioritas Pelindo incorporated.

Penandatanganan dilakukan oleh masing-masing Direktur Utama dengan disaksikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Dalam sambutannya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku senang akhirnya perusahaan pelabuhan bisa melakukan sinergi. Sebab perusahaan plat merah di sektor pelabuhan ini sangat sulit sekali untuk bersinergi.

"Buat saya ini sangat membanggakan karena ini sudah sangat lama sekali terutama Pelindo I, II, III dan IV. Pelabuhan paling susah untuk bersinergi. Alhamdulillah karena ada pemindahan jadi lebih semangat," ujarnya dalam acara penandatanganan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Baca Juga: Pengembangan Terminal Peti Kemas Belawan Capai 87%

Menurut Rini, meskipun semuanya merupakan perusahaan plat merah, namun diakui keempat perusahaan ini selalu ribut alias tak pernah akur. Oleh karenanya, dengan kerjasama jadi satu langkah maju untuk mewujudkan Indonesia yang kuat dan tangguh.

"Saya sangat senang kalau dulu Pelindo I, II, III dan IV sukanya berantem sekarang mampu mewujudkan Indonesia kuat dan tangguh seperti apa yang disampaikan bapak Presiden," katanya.

Rini berharap dengan kerjasama ini, ke depannya kontribusi BUMN untuk perekonomian negara bisa semakin nyata, sehingga ke depannya Indonesia bisa menjelma sebagai negara yang memiliki ekonomi kuat dan tangguh di dunia.

"BUMN makin kuat makin maju sehingga perekonomian Indonesia makin kuat makin tangguh," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan, dewan transformasi akan memiliki struktur organisasi yang terdiri dari Dewan Pengarah, Dewan Transformasi, tim Project Management Office (PMO), Dewan Pengarah Teknis, Kelompok Kerja (Pokja). Semuanya akan bekerja untuk memastikan bahwa rencana pembentukan Pelindo Incorporated berjalan sesuai rencana.

“Ketua dewan pengarah akan diisi oleh Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis IPC. Namun karena posisi Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis IPC belum terisi, maka sementara Direktur Operasi IPC, Prasetyadi menjadi pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Transformasi,” ucapnya.

Baca Juga: Pengembangan Pelabuhan Sibolga Rampung 100%

Elvyn menegaskan, prinsip pembentukan holding Pelindo Incorporated adalah collective value creation dan sinergi dari IPC, Pelindo I, III, dan IV. Penggabungan ini diharapkan bisa membuat lingkup bisnis anak usaha lebih besar lagi.

“Setelah penggabungan usaha, Pelindo Incorporated akan melakukan standarisasi operasional bisnis secara menyeluruh. Khusus di internal IPC, standarisasi operasional sudah dilakukan. Holding juga akan menghitung valuasi secara keseluruhan, untuk menentukan kepemilikan saham dari penggabungan usaha tersebut,” katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini