nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Avtur Pertamina Dibilang Mahal, Menteri Rini: Dihitung dari Mana?

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 18 Februari 2019 19:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 18 320 2019763 harga-avtur-pertamina-dibilang-mahal-menteri-rini-dihitung-dari-mana-JXzvel17ck.jpg Foto: Menteri BUMN Rini Soemarno (Okezone)

JAKARTA - Belakangan harga bahan bakar pesawat alias avtur yang dijual oleh PT Pertamina (Persero) banyak mendapatkan sorotan. Sebab banyak yang berpendapat jika harga avtur yang dijual oleh Pertamina terlalu mahal dan membuat tarif tiket pesawat naik.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soeamarno mengatakan, harga avtur yang dijual oleh Pertamina saat ini sudah sangat kompetitif. Bahkan jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, harga jual avtur di Indonesia tidak jauh berbeda harganya.

 Baca Juga: Swasta Mau Jual Avtur, Ini Syarat dari Bos Pertamina

Dirinya justru mempertanyakan bagaimana kalkulasi hitungan yang menyebutkan harga jual avtur pesawat yang dijual Pertamina mahal. Karena jika berdasarkan data seharusnya harga avtur sudah optimal.

"Jadi salah satunya begini kita juga menyadari sekarang itu, makanya suka-suka orang bicara avtur Pertamina mahal dihitung dari mana, kalau kita lihat kalkulasinya, kalau di Bandara Soetta Pertamina sangat kompetitif dekat sekali dengan Singapura," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/2/2019).

 Baca Juga: Avtur Turun, Harga Tiket Pesawat Bisa Murah?

Meskipun menurut Rini, memang ada beberapa daerah yang harga avturnya masih sangat mahal. Salah satu contohnya adalah harga jual avtur di Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar.

Hal tersebut disebabkan oleh biaya pengiriman yang begitu mahal. Apalagi mengangkutnya dengan menggunakan kapal laut yang mana saat itu pembayaran pada pihak pelabuhan sangat tinggi.

"Memang kemarin saya juga me-review, di luar yang jauh, seperti Makassar cost-nya masih tinggi karena itu tadi pengirimannya, memakai pelabuhannya," ucapnya

 Baca Juga: Kini Harga Avtur RI Lebih Murah dari Singapura

Oleh karena itu lanjut Rini, dirinya sangat bersyukur dengan adanya sinergi BUMN yang dilakukan antara Pertamina dengan Pelindo I hingga IV. Sebab menurutya, lewat sinergi ini maka biaya logistik bisa lebih murah lagi.

"Bisnis inti Pertamina bukan pelabuhan, karena itu ngapain ngurus pelabuhan, pelabuhan biarlah diurus oleh Pelindo I-IV sehingga cost-nya lebih baik sehingga lebih efisien sehingga cost pengiriman lebih baik," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini