nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Pilpres, Maybank Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun

Selasa 19 Februari 2019 12:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 19 278 2019988 usai-pilpres-maybank-terbitkan-obligasi-rp1-triliun-7MXjTrTWot.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA – Perkuat likuiditas dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) berencana menerbitkan obligasi senilai sekitar Rp1 triliun tahun ini. Penerbitannya akan berlangsung pada semester II sambil menanti kepastian kondisi ekonomi pasca pemilu.

”Penerbitan obligasi pastinya ada tahun ini. Kita lihat apakah pertumbuhan cukup baik sehingga bisa dongkrak kredit sehingga kebutuhan likuiditas akan menyesuaikan," kata Taswin Zakaria, Presiden Direktur Maybank Indonesia, dikutip Harian Neraca, di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Baca Juga: Penyaluran Kredit Maybank Capai Rp133,3 Triliun

Sebelumnya, BNII telah menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun pada Oktober tahun lalu. Seluruh dana hasil penerbitan itu digunakan oleh perusahaan untuk memberikan penyaluran kredit kepada konsumennya.

Direktur Keuangan Maybank Indonesia Thilagavathy Nadason memastikan pihaknya baru akan menerbitkan obligasi bila kredit mengalami pertumbuhan sekitar 8%-9% di semester I tahun ini.

Diketahui, kuartal I 2018 lalu kredit Maybank Indonesia hanya bertumbuh hampir 4%.”Kalau consumer spending tidak bergerak pasti tidak akan ada peningkatan obligasi karena tidak ada peningkatan kredit. Secara garis besar, kalau pertumbuhan kredit di semester I year-on-year (YoY) bisa mencapai 8%-9% kita pasti akan kembali ke pasar di semester II," kata Thila.

Baca Juga: Maybank Bagikan Imbal Hasil Rp5,15 Miliar

Di semester I, pihaknya juga masih akan melihat situasi politik. Sehingga, Maybank Indonesia cenderung akan wait and see dulu. Penerbitan obligasi diharapkan bisa dilakukan pada September-Oktober.Pada 2018. Maybank Indonesia mencatatkan laba sebelum pajak dan PATAMI tumbuh 20,5% dan 21,6% masing-masing menjadi sebesar Rp3,03 triliun dan Rp2,19 triliun. Hal itu didukung pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 5,2% dan penurunan biaya pencadangan sebesar 38,6%.

Pertumbuhan kredit di 2018 tercatat sebesar 6,3%. Non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,59% per Desember 2018. Sementara, dana pihak ketiga (DPK) mengalami penurunan sebesar 3,7% menjadi sebesar Rp116,8 triliun akibat likuiditas mengetat di sepanjang 2018.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini