nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Bambang: Unicorn Justru Tarik Modal Asing ke RI

Selasa 19 Februari 2019 14:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 19 320 2020063 menteri-bambang-unicorn-justru-tarik-modal-asing-ke-ri-n81bXBgth3.jpg Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menjamurnya startup di Indonesia dinilai membawa dampak positif bagi perekonomian. Apalagi, apabila startup berkembang pesat dan menjadi unicorn.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, keberadaan unicorn semakin penting dalam perekonomian. Bahkan, kehadiran mereka selama ini mampu menarik aliran modal asing ke RI.

"Market value yang besar pasti akan mengundang modal masuk dan kita harapkan juga kalau makin besar, dia menjadi pelaku yang semakin global," ujar Bambang di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Selasa (19/2/2019).

 Baca Juga: Ketahui Asal Usul Istilah 'Unicorn' di Dunia Startup

Bambang menampik jika investasi asing yang masuk ke unicorn akan merugikan Indonesia. Pasalnya, investasi yang masuk dikategorikan sebagai foreign direct investment (FDI). Dia menyebut, dividen yang nantinya dihasilkan juga tidak akan lebih besar dari FDI yang masuk.

"Tapi kan, jauh lebih besar inflow-nya daripada dividen outflow-nya. Dan kita juga melihat kalau unicorn ini berkembang, sebagian dividen dipakai untuk investment lagi," ucap dia.

Unicorn didefinisikan sebagai perusahaan rintisan (startup) yang memiliki valuasi pasar minimal USD1 miliar, setara dengan Rp14 triliun. Saat ini, startup asal Indonesia yang menyandang status unicorn ada empat, paling banyak di Asia Tenggara.

"Artinya kan, unicorn sendiri menunjukan bahwa di dalam bisnis startup tersebut ada bisnis yang sudah level internasional," kata Bambang.

 Baca Juga: Jadi Topik 'Panas' di Debat Capres, Apa Sih yang Dimaksud Unicorn?

Mantan Menteri Keuangan itu menambahkan, selain mampu menarik aliran modal asing masuk, unicorn juga dapat menjadi bentuk nyata daya saing prodak lokal di kancah internasional.

Dia berharap unicorn dapat berperan lebih besar lagi dalam mendorong Indonesia menuju era transformasi digital dan Revolusi Industri 4.0. Pasalnya, unicorn memiliki ciri khas yang lekat dengan penggunaan teknologi.

"Kita fokus antisipasi dari ekonomi digital dari Revolusi Industri 4.0, di mana, unicorn kita harapkan menjadi salah satu pelaku yang membawa transformasi itu sendiri," ujar Bambang. (iNews.id)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini