nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengelola KEK Mandalika Butuh Rp4,5 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 19 Februari 2019 19:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 19 320 2020235 pengelola-kek-mandalika-butuh-rp4-5-triliun-WYBxng65o5.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) tengah fokus dalam pengembangan Kawasan Pariwisata Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Nantinya kawasan wisata Mandalika akan dijadikan seperti Nusa Dua di Pulau Dewata Bali. Untuk itu pihaknya membutuhkan Rp4,5 triliun.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer mengatakan, dalam pengembangan kawasan wisata tersebut pihaknya memiliki dua sumber pembiayaan. Adapun sumber pertama adalah berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan juga pinjaman (utang) dari bank asing.

 Baca Juga: ITDC Raih Pembiayaan Rp3,6 Triliun dari AIIB Selama 35 Tahun

Khusus untuk pinjaman alias utang luar negeri, pihaknya mendapatkan pinjaman sebesar USD248,4 juta atau sekitar Rp3,6 triliun dari Asian Infrastruktur Investment Bank (AIIB). Pinjaman tersebut didapatkan setealh dilakukannya penandatanganan perjanjian fasilitas pembiayaan pada akhir Desember 2018 lalu.

"Kita akan launching beberapa inisiatif untuk mempercepat pembangunan. Di mana dari Rp3,6 triliun jumlah pinjaman yang kita dapat dari AIIB, maka akan dilakukan pembangunan bertahap selama 5 tahun," ujarnya dalam acara konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Abdulbar menjelaskan sejumlah rencana kerja yang akan digarap oleh ITDC pada tahun 2019 ini. Salah satunya adalah langkah peluncuran paket konstruksi dan konsultan senilai Rp2,25 triliun, serta sejumlah upaya lain dalam mendorong realisasi dari sejumlah investasi pembangunan infrastruktur.

"Kemudian bulan Oktober tahun ini juga akan dimulai pembangunan badan jalan dari street sirkuit untuk MotoGP, yang akan dibangun oleh Vinci sebagai pihak penyewa lahan," kata Mansoer.

 Baca Juga: Sirkuit MotoGP di KEK Mandalika Dibangun Oktober 2019

Khusus pendanaan dari PMN, dirinya mengaku jika dana yang diterima senilai Rp250 miliar yang sebelumnya telah diterima pihak ITDC. Dirinya menyebut jika dana PMN tersebut sudah direalisasikan guna membangun sejumlah fasilitas pendukung dasar dari kawasan Mandalika tersebut.

Dia menjelaskan, dalam waktu kurang dari dua tahun, dengan PMN senilai Rp250 miliar bagi KEK Mandalika itu maka telah dibangun Masjid Nurul Bilad yang juga telah diresmikan Jokowi dan resmi beroperasi sejak tahun 2017.

Selain itu, telah dibangun juga fasilitas toilet dan sanitasi yang layak, fasilitas pendukung keselamatan dan keamanan, serta UMKM center bernama Bazaar Mandalika dengan fasilitas 300 lot.

"Semua orang bisa menikmati kesemua hal tersebut tanpa biaya apapun, kecuali biaya parkir karena berhubungan dengan keamanan," ujarnya.

 Baca Juga: Gelar MotoGP, KEK Mandalika Bakal 'Kebanjiran' 300.000 Turis

Sementara sisa pendanaannya lanjut Abdulbar, pihaknya akan mencari lagi investor asing yang berniat untuk investasi di Mandalika. Sebab dana untuk pembangunan Mandalika tidak akan cukup jika hanya mengandalakan uang kas Perseroan.

"Kalau pakai kas perseroan enggak akan cukup," ucapnya.

Sebagai informasi, sepanjang Januari-Desember 2018, sebanyak 955.632 wisatawan telah berkunjung ke KEK Mandalika. Angka ini diharapkan akan terus meningkat, seiring pembangunan berbagai fasilitas dan sejumlah aspek pendukung lainnya bagi KEK Mandalika tersebut.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini