nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tarif Tol Trans Jawa Disebut Mahal, Menko Luhut: Jangan Buru-Buru Menilai

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 18:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 20 320 2020680 tarif-tol-trans-jawa-disebut-mahal-menko-luhut-jangan-buru-buru-menilai-88Bgq8jerm.jpg Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tarif Tol Trans Jawa banyak mendapatkan kritik dari berbagi pihak. Pasalnya, tarif Tol Trans Jawa terlalu mahal baik untuk kendaraan pribadi maupun logisitik.

Menanggapi hal tesebut, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan justru mempertanyakan soal perhitungan mahal tersebut. Pasalnya, terlalu dini untuk menilai jika jalan tol tersebut mahal, sebab baru saja tersambung pada tahun ini.

"Jalan tol Trans Jawa terlalu mahal, itu dilihat dari mana? Kita perlu lihat keseimbangannya jangan buru-buru untuk menilai," ujarnya, dalam acara afteroon tea di Kantor Kementerian Koordiantor bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Baca Juga: Tol Pasuruan-Probolinggo Diharapkan Tekan Biaya Logistik

Menurut Luhut, jalan tol sengaja dibuat sebagai alternatif yang diberikan pemerintah kepada pengguna jalan. Jika mereka ingin murah dengan waktu tempuh yang lebih lama maka tidak perlu menggunakan jalan tol.

Sementara jika ingin mengejar waktu agar cepat dengan konsekuensi harus membayar lebih, maka pengguna jalan bisa melewati jalan tol. Bahkan jika ingin lebih cepat lagi, maka pemerintah menyediakan moda transportasi lainnya seperti pesawat.

"Nanti akan terjadi perubahan, orang jadi punya pilihan. Kalau enggak mau bayar dia lewat Pantura, kalau mau cepat ya dia lewat tol," jelasnya.

Baca Juga: Tol Siap Beroperasi, Pasuruan-Probolinggo 30 Menit

Menurut Luhut, seiring berjalannya waktu jalan tol Trans Jawa akan dibanjiri oleh pengguna jalan. Sebab menggunakan jalur darat tidak kalah cepat dengan menggunakan moda transportasi seperti kereta api hingga pesawat terbang.

"Dua minggu lalu di Solo orang enggak mau lagi naik pesawat, karena dia 2,5 jam sudah sampai di Surabaya. Kita perlu lihat keseimbangannya. jangan buru-buru menilai," ucapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini