JAKARTA - Kelancaran sistem pembayaran tetap terpelihara, baik dari sisi tunai maupun nontunai. Dari sisi pembayaran tunai, posisi uang yang diedarkan (UYD) tumbuh 7,8% (yoy), menurun dari 10,7% (yoy) pada triwulan sebelumnya.
”Sistem pembayaran nontunai nilai besar melalui BI Real Time Gross Settlement (RTGS) dan nilai kecil melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) berjalan lancar,”ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Kamis (21/2/2019).
Sementara itu, transaksi masyarakat menggunakan ATM-Debit, Kartu Kredit dan Uang Elektronik (UE) tumbuh 13,8% (yoy) pada triwulan IV 2018, meningkat dari 12,1% (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Baca Juga: Cara BI Jaga Defisit Transaksi Berjalan 2,5%
Transaksi uang elektronik tumbuh tinggi sebesar 218,9% (yoy) pada triwulan IV 2018, meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan III 2018 sebesar 300,4% (yoy).
Transaksi daring (online) via digital banking membukukan pertumbuhan yang meningkat, sebesar 44,4% (yoy), dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 41,1% (yoy).
Baca Juga: Perry Warjiyo Rombak 18 Pejabat BI
“Kinerja positif uang elektronik dan digital banking tersebut tidak terlepas dari pengaruh menguatnya preferensi masyarakat bertransaksi menggunakan platform teknologi finansial (tekfin), e-commerce, dan penggunaan uang elektronik pada sektor transportasi,” ujarnya.
Perry menegaskan akan terus memperkuat kebijakan sistem pembayaran dalam rangka memperluas pembiayaan ekonomi dengan tetap mendukung perlindungan konsumen dan menjaga stabilitas makro ekonomi.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.