Cara BI Jaga Defisit Transaksi Berjalan 2,5%

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Kamis 21 Februari 2019 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 21 20 2021076 cara-bi-jaga-defisit-transaksi-berjalan-2-5-Vd3DZBdvWh.jpg Bank Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA – Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV-2018 mencatat surplus USD5,4 miliar. Hal ini ditopang peningkatan surplus transaksi modal dan finansial sejalan persepsi investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia yang tetap kuat dan ketidakpastian global yang berkurang.

Sementara itu, defisit transaksi berjalan pada triwulan IV-2018 tercatat USD9,1 miliar atau 3,57% PDB sehingga secara keseluruhan 2018 tetap berada dalam batas yang aman sebesar 2,98% dari PDB.

Pada Januari 2019, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit USD1,16 miliar dipengaruhi permintaan global yang melambat di tengah permintaan domestik yang tetap kuat.

Baca Juga: Perry Warjiyo Rombak 18 Pejabat BI

“Aliran masuk modal asing berlanjut pada Januari 2019 yang tercatat USD2,2 dan terus terjadi pada Februari 2019,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo, di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2019 tercatat USD120,1 miliar, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Baca Juga: BI Perkuat Kantor Perwakilan Luar Negeri

Ke depan, NPI diprakirakan membaik ditopang defisit transaksi berjalan yang terkendali dan aliran masuk modal asing yang berlanjut sehingga terus dapat menopang ketahanan sektor eksternal.

Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah untuk memperkuat ketahanan sektor eksternal, termasuk pengendalian defisit transaksi berjalan menuju kisaran 2,5% dari PDB pada 2019,” lanjutnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini