JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan, kebijakan pengetatan moneter The Federal Reserve (The Fed) akan lebih lambat tahun ini. Diproyeksikan The Fed hanya akan menaikkan suku bunganya satu kali di sepanjang tahun 2019.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, proyeksi itu semakin rendah dari sebelumnya yang diperkirakan dua kali di sepanjang 2019, setelah BI bahkan sempat memperkirakan tiga kali kenaikan.
"The Fed pada 2019, kemungkinan kenaikannya dari semula tiga kali dan sebelumnya turun dua kali. Bacaan kami terakhir, The Fed tahun ini kenaikannya hanya satu kali saja," kata Perry dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (21/2/2019).
Baca Juga: BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%
Meski demikian, Perry menilai Bank Sentral AS akan melakukan normalisasi moneternya meggunakan pelonggaran likuiditas. The Fed melakukan balancesheet reduction dengan menjual kembali obligasi-obligasi yang pernah dibelinya.
Seperti diketahui, pada krisis ekonomi global 2008 lalu, The Fed mencetak uang dolar AS secara besar-besaran. Hal ini untuk membeli obligasi dari seluruh dunia meskipun aset tersebut tidak potensial atau disebut quantitative easing.
Baca Juga: The Fed Naikkan Suku Bunga Jadi 2,25%-2,5%
"Jadi kenaikan suku bunga The Fed-nya lebih rendah, tapi disisi lain lebih menggunakan penyesuaian di balance sheet reduction Bank Sentral untuk normalisasi kebijakan. Itu akan dilakukan lebih cepat," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.