nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 9,8%

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 21 Februari 2019 11:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 21 320 2020928 pendapatan-premi-asuransi-umum-tumbuh-9-8-o2OQoegD9x.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatatkan angka pendapatan premi untuk asuransi umum pada 2018 tercatat sebesar Rp69,9 triliun atau tumbuh 9,8% dibanding 2017 dari Rp63,6 triliun.

Sementara itu, lini bisnis asuransi umum yang membukukan pertumbuhan negatif pada akhir 2018, yaitu asuransi rangka kapal, asuransi energi, dan asuransi kecelakaan, selebihnya mencatatkan pertumbuhan yang positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Wakil Ketua sekaligus Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisa, dan Aktuaria Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Trinita Situmeang mengatakan, klaim pada 2018 tercatat sebesar Rp30,1 triliun naik sebesar 8,1% dibandingkan 2017 yang tercatat sebesar Rp27,7 triliun.

Baca Juga: OJK Optimistis Asuransi Nasional Tumbuh Double Digit Tahun Ini

“Peningkatan klaim terjadi hampir pada sebagian lini usaha asuransi, namun tercatat lima lini usaha mencatatkan penurunan klaim yaitu asuransi pengang kutan, asuransi rangka kapal, asuransi energi, asuransi rekayasa, dan asuransi tanggung gugat,” kata Trinita di Jakarta kemarin.

Adapun claim ratio pada 2018 tercatat sebesar 43,2%, menurun dibandingkan tahun lalu sebesar 43,5%. Dia menuturkan, untuk asuransi harta benda mengalami pertumbuhan positif karena didorong peningkatan performa pasar properti, baik komersial maupun residensial.

Dari sisi komersial peningkatan suplai properti didorong segmen lahan industri, sementara dari sisi residensial didorong oleh segmen rumah tipe menengah. Adapun asuransi kendaraan bermotor mengalami pertumbuhan sebesar 7,8% didukung oleh penjualan kendaraan bermotor yang meningkat pada 2018.

Untuk asuransi pengangkutan, mengalami pertumbuhan positif pada 2018 dibanding tahun lalu sebesar 11,1% sejalan dengan peningkatan aktivitas perekonomian yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tumbuh 5,18%, serta kenaikan volume pengangkutan barang selama 2018 sebesar 5%.

grafik

Sementara asuransi kredit mengalami pertumbuhan positif dibanding tahun lalu, sebesar 52,2%. Menurut dia, beberapa hal yang mendukung pertumbuhan tersebut antara lain komitmen pemerintah dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Penyaluran KUR hingga akhir 2018 sudah mencapai Rp120,34 triliun.

“Selain meningkatkan target penyaluran, pemerintah juga telah menurunkan suku bunga KUR pada 2018 dari yang semula 9% menjadi 7%,” papar Trinita. Selanjutnya, pertumbuhan kredit perbankan yang positif sejalan pertumbuhan ekonomi.

Hingga akhir 2018 pertumbuhan kredit perbankan mencapai double digit, yaitu 11,75% YoY yang didorong oleh sektor listrik, gas dan air, serta transportasi dan pertambangan. Sementara untuk asuransi penjaminan mengalami pertumbuhan positif pada 2018 dibanding tahun lalu sebesar 8,8%.

Pertumbuhan positif ini sejalan dengan peningkatan jumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang selesai hingga akhir 2018. Pada 2019 pemerintah menargetkan akan merampung kan 25 PSN lain yang akan meningkatkan akumulasi nilai PSN yang telah selesai menjadi Rp260,30 triliun.

Sementara itu, asuransi energi mengalami pertumbuhan negatif pada 2018 dibanding tahun sebelumnya didorong oleh sektor energi Indonesia yang masih cenderung lesu.

(Kunthi Fahmar Sandy)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini