Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wapres Minta Jalur MRT Diperpanjang

Koran SINDO , Jurnalis-Kamis, 21 Februari 2019 |12:07 WIB
Wapres Minta Jalur MRT Diperpanjang
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Jalur mass rapid transit (MRT) harus diperpanjang minimal 200 kilometer dalam satu tahun. Saat ini baru MRT Bundaran HI-Lebak Bulus sepanjang 16 kilometer yang pengerjaannya nyaris rampung dan akan dioperasikan Maret 2019.

Dengan perpanjangan jalur MRT, moda transportasi massal di DKI Jakarta menjadi tepat guna. ”Karena semuanya sudah baik tinggal kita memutuskan untuk harus lebih panjang lagi. Semua setuju minimal 200 kilometer dalam satu tahun,” ujarWakil Presiden Jusuf Kalla (JK) seusai mencoba MRT Bundaran HI Lebak Bulus di Jakarta kemarin. Rencananya proyek MRT dilakukan dalam tiga tahap. Fase pertama yakni Bundaran HI Lebak Bulus sepanjang 16 kilometer dengan 13 stasiun. Fase kedua dibangun sepanjang 8,1 km untuk rute Bundaran HI Kampung Bandan. Fase ketiga rute Balaraja-Cikarang sepanjang 87 km.

Baca Juga: Beroperasi Maret, Wapres JK Minta Masyarakat Disiplin Naik MRT

”Kita butuh minimal 200kilometer, baru semua warga Jakarta dapat terjamin sistem transportasinya,” kata JK. Sebelum melakukan uji coba, Wapres meninjau perkembangan pembangunan Stasiun MRT Bundaran HI. JK yang didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berangkat menaiki MRT dari Stasiun Bundaran HI pukul 10.34 WIB, kemudian melintasi Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora, dan terakhir Lebak Bulus. Dari Lebak Bulus, JK bersama rombongan kembali lagi menggunakan MRT menuju Stasiun Bundaran HI. Perjalanan MRT memakan waktu sekitar 30 menit sekali jalan tanpa berhenti di setiap stasiun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, operasional MRT Bundaran HI-Lebak Bulus merupakan tahap awal pengintegrasian antar moda transportasi di Ibu Kota. Dia menargetkan perpindahan kendaraan pribadi ke angkutan umum sekitar 75% baru terjadi pada 2030. Idealnya MRT membutuhkan jarak tempuh 200 kilometer yang akan terus dibangun hingga 2030, melanjutkan MRT Bundaran HI-Lebak Bulus. Tak hanya MRT, pemerintah pusat dan Pemprov DKI sepakat membangun secara masif moda transportasi massal lainnya di Jakarta seperti light rail transit (LRT) maupun pengembangan bus rapid transit (BRT) yang menjangkau secara maksimal.

jk

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement