nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Holding BUMN, 2 Rampung Bulan Ini

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 06:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 21 320 2021128 fakta-fakta-holding-bumn-2-rampung-bulan-ini-GDvybdS3Pp.jpg Foto: Kementerian BUMN

JAKARTA – Pemerintah segera menuntaskan Holding BUMN infrastruktur serta perumahan dan pengembangan kawasan (PPK). Dua holding ditargetkan tuntas pada Februari ini.

Ada 16 holding yang akan dirampungkan Kementerian BUMN, di mana delapan holding diharapkan tuntas pada April mendatang. Sektor lain yang menjadi rencana holding adalah BUMN asuransi, keuangan, perbankan, pelabuhan, dan industri strategis seperti PT PAL dan Pindad.

Berikut beberapa fakta mengenai Holding BUMN infrastruktur dan perumahan yang telah dirangkum dari Okezone, Senin (25/2/2019).

1. Pemerintah Tuntaskan 16 Holding BUMN

Tahun ini pemerintah ingin menuntaskan target pembentukan 16 holding badan usaha milik negara (BUMN). Target ini tampak ambisius. Namun pemerintah tak memiliki pilihan banyak demi terhindar dari BUMN yang makin kelimpungan keuangannya dan berperilaku manja.

Baca Juga: Aturan Holding BUMN Infrastruktur dan Perumahan Ditargetkan Terbit Minggu Ini

Dari 16 target holding, 2 di antaranya diproyeksikan tuntas pada Februari ini, yakni holding sektor infrastruktur serta perumahan dan pengembangan kawasan (PPK). Pada holding PPK, nantinya PT Wijaya Karya Tbk dan PT PP bergabung. Konsekuensinya, status persero pada PT PP menjadi terhapus.

2. Holding BUMN Perumahan dan Infrastruktur Rampung

Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan serta Holding BUMN Infrastruktur akan rampung pada pertengahan Februari 2019 setelah diterbitkannya akta inbreng.

Baca Juga: Pemerintah Tuntaskan 16 Holding BUMN, Ini Daftarnya

"Seperti kata Bu Menteri (Rini Soemarno) minggu lalu, holding direncanakan (rampung) pertengahan Februari. Kalau lebih cepat, lebih bagus," kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Senin (28/1/2019).

3. Aturan Holding BUMN Infrastruktur dan Perumahan Ditargetkan Terbit Minggu Ini

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan kabar terbaru Holding BUMN Infrastruktur dan Perumahan. Holding tersebut tinggal menunggu Peraturan Pemerintah (PP) untuk nantinya inbreng.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, PP tersebut akan segera diterbitkan. Dirinya menargetkan PP bisa rampung dalam seminggu ke depan.

"Mudah-mudahan minggu ini," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

4. 3 BUMN Gabung HoldingInfrastruktur

Tiga Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hari ini resmi bergabung dalam Holding BUMN Infrasturktur. Hal tersebut ditandai dengan dilepasnya status Persero yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini.

Adapun ketiga BUMN tersebut yang pertama adalah PT Waskita KaryaTbk, PT Adhi Karya Tbk dan PT Jasa Marga TBk.

5. Gabung Holding Infrastruktur, Waskita Karya Lepas Status Persero

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) secara resmi melebur dalam Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Infrastruktur. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada hari ini.

Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk I Gus Ngurah Putra mengatakan, lewat keputusan ini artinya Waskita Karya setuju untuk melepas status Persero (perusahaan plat merahnya). Sebagai gantinya, saham Waskita yang dimiliki pemerintah dialihkan kepada PT Hutama Karya (Persero).

"Bahwa saham seri B dari negara RI dipindahkan ke Hutama Karya," ujarnya saat ditemui usai RUPSLB di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

6. Jadi Holding Infrastruktur, Adhi Karya Incar Proyek SPAM hingga Kereta

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) akhirnya akan menyusul perusahaan plat merah lainnya untuk bergabung dalam Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Infrastruktur. Hal tersebut ditandai oleh dilepasnya status kepemilkan saham pemerintah kepada PT Hutama Karya (Persero).

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengatakan, usai bergabung dengan Hutama Karya, pihaknya mengaku mengincar banyak sekali proyek-proyek. Karena dengan adanya Holding BUMN, maka komunikasi dan sinergi bisa lebih mudah.

"Banyak itu nanti, berikutnya kalau kita sudah bersinergi kan lebih baik lagi nanti," ujarnya, saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (1/2/2019).

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini