Sebelumnya, perseroan sempat menyampaikan rencana menjajaki pengembangan usaha di sektor properti dan pertambangan pada pertengahan tahun lalu. Rencana ini dilakukan setelah SIMA memutuskan menyetop produksi percetakan dan pembuatan kemasan fleksibel.
Sepanjang tahun 2018 kemarin, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,07 miliar, turun 18,09% secara year on year. Perseroan mengalami rugi bersih Rp242,37 juta pada 2018, dari tahun sebelumnya mencatatkan laba Rp161,97 juta.
Pada 2018, perseroan memiliki jumlah aset sebesar Rp86,10 milair, turun 0,12 dari tahun sebelumnya sebesar Rp86,20 miliar. Adapun, perseroan liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp57,94 miliar dan 28,16 miliar.
Lebih lanjut, Ifiandiz menjelaskan perseroan melakukan kerja sama dengan PT De Petrolium International yang berlokasi di Dumai dari tahun 2017 dengan kontrak kerja sebesar Rp3 miliar. Kerja sama ini untuk melakukan perawatan dan perbaikan mesin PT De Petrolium International.
Kerja sama dengan nilai serupa diperpanjang pada tahun 2018. Lebih lanjut, pada tahun ini, perseroan kembali melakukan kerja sama untuk perawatan dan perbaikan mesin dengan kontrak kerja yang baru.