nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sertifikat Tanah Dibilang Tak Berguna, Presiden Jokowi: Kita Lanjutkan

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Jum'at 22 Februari 2019 14:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 22 470 2021494 sertifikat-tanah-dibilang-tak-berguna-presiden-jokowi-kita-lanjutkan-rdhCTEN0xl.jpg Foto: Presiden Jokowi Lanjutkan Pembagian Sertifikat Tanah (Setkab)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara perihal sengketa atas kepemilikan tanah. Dia menegaskan, pemerintah akan terus melakukan program pembagian sertifikat tanah untuk rakyat, karena sertifikat adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki.

“Kalau ada orang menyampaikan bagi-bagi sertifikat enggak ada gunanya ya silakan. Enggak apa-apa ada yang ngomong seperti itu. Tetapi tetap program ini akan terus kita lanjutkan,” kata Presiden Jokowi. dilansir dari laman Setkab, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Presiden menjelaskan, setiap dirinya pergi ke desa, ke kampung suara yang masuk ke dirinya adalah sengketa lahan, sengketa tanah, konflik tanah. Di mana-mana. Enggak di Sumatera, di Jawa, Kalimantan, Bali, Maluku, Papua, NTT, NTB semuanya ada yang namanya sengketa lahan, sengketa tanah.

 Baca Juga: Bagikan Sertifikat Tanah, Jokowi: Jangan Sampai Sawah Berubah Jadi Rumah

Menurut Presiden, dari 126 juta bidang tanah yang harus bersertifikat di seluruh tanah air, baru 46 juta yang sudah bersertifikat di tahun 2015. Masih ada 80 juta yang belum bersertifikat. Karena itu, sengketa banyak sekali karena problem itu, tidak pegang yang namanya hak bukti hukum atas tanah yang kita miliki.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi telah meminta kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar pada 2017 bisa menerbitkan 5 juta sertifikat, tahun 2018 sebanyak 7 juta.

“Alhamdulillah semua target bisa terlampaui semuanya,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden berterima kasih kepada Kepala Kantor BPN DKI dan Jakarta Selatan, dimana Jakarta Selatan tahun ini hanya kurang 36.000 akan diselesaikan semuanya.

Jokowi mengingatkan, janji Menteri ATR/Kepala BPN. Artinya, nanti juga kepala Kepala Kantor BPN ini harus kerja keras, 36.000 harus rampung sehingga seluruh Jakarta Selatan ini sertifikatnya ada, pegang semuanya masyarakat.

 Baca Juga: Keuntungan Urus Sertifikat Tanah Pakai Sistem Digital

Diakui Presiden Jokowi jika dengan sertifikatnya yang dipegangnya, kini masyarakat bisa menjadikan jaminan untuk mendapatkan pinjaman di bank. Namun Presiden mengingatkan, agar berhati-hati dalam meminjam uang di bank.

“Tolong dikalkulasi dulu, dihitung dulu. Bisa ngangsur enggak nanti ke bank, bisa nyicil nggak nanti ke bank. Dihitung dulu tolong,” pesan Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden mengingatkan, agar uang pinjaman bank yang diperolehnya tidak serta merta digunakan untuk membeli mobil misalnya. Tetapi hendaknya digunakan untuk modal investasi dulu. Setelah untung dari investasi, baru bisa digunakan untuk mencicil beli mobil.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

(dni.-)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini