nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Industri Properti di Asia Cerah, Ini Buktinya

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 22 Februari 2019 20:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 22 470 2021636 industri-properti-di-asia-cerah-ini-buktinya-gxVlrpZ2TK.jpg Ilustrasi: Foto Okezone (Industri Properti di Asia Cerah)

JAKARTA - Perkembangan pasar properti di Asia dinilai cepat. Setidaknya dalam setahun pendapatan dari bisnis properti mencapai sekira 30% secara year on year (yoy).

"Bisnis ini mengalami pertumbuhan revenue sebesar 30% y-o-y," kata Chief Business Officer PropertyGuru Group Jeremy Williams dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

 Baca Juga: Perusahaan Properti Terbesar Asia Beli Anak Usaha Temasek Rp114,2 Triliun

Sementara itu, PropertyGuru Group, menunjuk Jules Kay sebagai Direktur untuk lini bisnis yang menjadi barometer industri real estate, yaitu Asia Property Awards.

“Saya merasa sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari perkembangan industri properti di Asia yang sangat pesat. Saya selalu yakin dengan potensi industri real estate di Asia sehingga akan terus mempromosikan praktik bisnis terbaik di industri ini," kata dia.

Sekadar informasi, ajang penghargaan real estate terbesar di Asia melibatkan lebih dari 80 panel juri yang terdiri dari para pakar di industri real estate di Asia. Asia Property Awards merupakan rangkaian ajang penghargaan real estate yang paling penting.

 Baca Juga: Jelang Pilpres, Pelaku Pasar Properti Wait and See

Melanjutkan kesuksesan dari periode sebelumnya, penghargaan di tahun 2019 ini akan melibatkan developer dari Indonesia, negara-negara ASEAN lainnya, China, Hong Kong, Jepang, dan Australia. Acara penganugerahan akan berlangsung di akhir bulan November 2019 mendatang.

"Ini akan menghubungkan para pelaku industri real estate setiap tahunnya di masing-masing negara, serta memberi kesempatan bagi developer dan proyek yang layak untuk mendapat perhatian di tingkat regional," tambah Jeremy Williams.

Seperti yang diberitakan Okezone, Pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah kebijakan yang mendukung pertumbuhan pasar properti, terutama di sektor residensial. Salah satu yang menarik adalah pelonggaran Loan to Value (LTV).

"Pelonggaran Loan to Value ini membuat pengembang bisa saja memberikan tawaran uang muka hingga serendah 0%, di mana tahun lalu masih sebesar 10%. Ini sangat baik karena sebagian besar kendala yang dialami masyarakat dalam membeli properti adalah uang muka," Country Manager Rumah.com Marine Novita.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini