SEMARANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sempat blusukan mendadak ke Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah. Hal tersebut ia sampaikan dalam debat Pemilihan Presiden (Capres) putaran kedua.
Salah seorang Nelayan Tambak Lorok Junedi mengatakan, dalam kunjungannya Presiden Jokowi ingin mendengar langsung keluhan dari para nelayan. Sehingga nantinya bisa ditindak langsung untuk kebutuhan nelayan.
"Tanya-tanya nelayan gimana permintaannya gimana keadaannya gimana," ujarnya saat berbincang dengan Media di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2019).
Baca Juga: Kawasan Pemukiman Nelayan di Pontianak hingga Jayapura Dibenahi
Menurut Junedi, para nelayan disana meminta pemecah ombak (break water) kepada Presiden Jokowi secara langsung. Tujuannya adalah agar ombak yang masuk tidak terlalu tinggi.
Sebab menurutnya, pada musim-musim tertentu ombak yang masuk ke dalam tanggul masih sangat tinggi. Hal tersebut mengakibatkan perahu nelayan sering kali naik hingga ke bantaran tanggul.

Belum lagi, perahu-perahu nelayan juga berpotensi untuk mengalami benturan satu sama lain. Ini nantinya bisa merusak perahu milik nelayan.
"Harapannya minta tambahan pemecah gelombang. Kalau ada gelombang bisa masuk kesini 2 meteran. Biasanya perahu naik sampai keatas," jelasnya.
Baca Juga: Menengok Kawasan Nelayan Tambak Lorok Semarang yang Didatangi Presiden Jokowi
Usulan Junedi pun ditanggapi positif oleh Presiden Jokowi. Akan tetapi menurutnya, membutuhkan waktu untuk membangun break water tersebut.
"Pak Jokowi menyanggupi tapi beliau minta diberi waktu, namun janji akan dibuatkan," ucapnya.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.