nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menengok Kawasan Nelayan Tambak Lorok Semarang yang Didatangi Presiden Jokowi

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 23 Februari 2019 19:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 23 470 2021921 menengok-kawasan-nelayan-tambak-lorok-semarang-yang-didatangi-presiden-jokowi-5jAsz1fXP7.jpeg Foto: Kampung Nelayan Tambak Lorok (Giri/Okezone)

SEMARANG - Dalam debat Pemilihan Presiden (Capres) putaran kedua, Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengaku sempat melakukan blusukan mendadak ke Tambak Lorok, Semarang. Tujuannya adalah untuk mengetahui apa keluhan dari para nelayan yang ada di sana.

Okezone berkesempatan untuk mengunjungi Kampung Nelayan Tambak Lorok di Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (23/2/2019). Dari pantauan di lapangan, penataan kawasan permukiman nelayan dan tepi air di Tambak Lorok yang dibangun sejak 2017 lalu sudah hampir rampung seluruhnya.

Fasilitas pertama yang dikunjungi oleh Okezone adalah pasar ikan yang nantinya akan digunakan sebagai Tempat Pelelangan Ikan. Sementara ini sambil menunggu diresmikan warga masih berjualan di tempat pelelangan ikan (TPI) yang lama.

Di sekitar pasar juga sedang dibangun fasilitas penunjang lainnya seperti jalan akses nelayan. Nantinya jalan tersebut akan memiliki dua jalur yang mana masing-masing jalur bisa diakses oleh dua kendaraan mobil.

Nantinya, jalur kendaraan tersebut akan terus menyambung hingga ujung tepat di pesisir laut. Sebab, pemerintah sendiri berencana akan membangun tanggul laut berupa jalan tol. Jalan akses kampung nelayan tersebut nantinya akan menyambung menuju jalan tol tanggul laut tersebut. Dengan tersambungnya jalan akses nelayan tersebut diharapkan bisa terpacu pertumbuhan ekonominya.

Dua jalur kendaraan tersebut nantinya akan dipisahkan oleh taman yang ada di tengahnya yang mana saat ini pembangunannya sedang dikerjakan. Namun untuk pembangunan taman sendiri diperkirakan akan sedikit terhambat sebab ada sekitar tiga rumah warga yang menolak tanahnya di bebaskan hingga saat ini.

Meski demikian, pemerintah tetap akan segera menyelesaikan persoalan pembebasan lahan pada tiga rumah tersebut. Sebab saat ini pemerintah pusat dengan pemerintah daerah terus melakukan komunikasi dengan pemilik rumah agar mau melepas rumahnya.

Kemudian geser sedikit ada sebuah tanggul beton (Parapet) sepanjang 1.475 meter yang dibangun oleh Kementerian PUPR. Tanggul ini pula yang dikunjungi oleh Presiden Jokowi pada tengah malam lalu.

Berdasarkan kesaksian nelayan bernama Junedi, Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya berbincang langsung mendengar keluhan para nelayan. Dirinya pun mengaku berterima kasih dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Tambak Lorok.

Apalagi, kawasan ini kerap mengalami banjir dan rob setiap tahunnya. Banjir juga disebabkan kondisi drainase yang tidak memadai. Selain masalah banjir, para nelayan yang tinggal di kawasan tersebut juga kesulitan melaut dan menambatkan perahunya karena terjadinya pendangkalan alur muara Sungai Kanal Banjir Timur Lama.

"Kami nelayan terima kasih sudah dibuatkan ini. Tadinya kumuh, banyak terima kasih adanya ini (penataan kampung nelayan) karena dulunya kumuh," ujarnya saat berbincang dengan media di Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2019).

Sebagai informasi, pembangunan berbagai infrastruktur yang dilakukan bertujuan untuk mendukung kawasan Tambak Lorok sebagai “Kampung Wisata Bahari” dengan meningkatkan kualitas kawasan yang sebelumnya kawasan kumuh, mengurangi risiko banjir dan rob di daerah tersebut dan penyediaan fasilitas bagi para nelayan.

Perbaikan yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Ditjen Sumber Daya Air melalui Pekerjaan Pengembangan Drainase Tambak Lorok melalui kontrak tahun jamak dari tahun 2015 hingga tahun 2017 dengan anggaran dari APBN sebesar Rp151 miliar. Pengembangan drainase akan melindungi sekitar 2.000 kepala keluarga dari risiko banjir dan rob.

Pekerjaan yang dilakukan diantaranya berupa penggalian alur sungai sepanjang 800 meter, pemasangan pelindung tebing sungai dengan spun pile sepanjang 1,5 km dan pembuatan dinding penahan rob (parapet) sepanjang 1,5 km dan pembuatan dock perahu nelayan.

Selain pengembangan drainase, dilakukan Pekerjaan Pengembangan Kawasan Pemukiman Nelayan Tambak Lorok oleh Ditjen Cipta Karya. Pekerjaan dilakukan sejak tahun 2017 dan ditargetkan rampung pada tahun 2019 dengan anggaran sebesar Rp 37,6 miliar dengan progres telah mencapai 85%.

Pekerjaan yang dilakukan berupa peningkatan jalan, ruang terbuka publik, gerbang kawasan dan street furniture. Selain itu juga dibangun jalur hijau sempadan sungai. Untuk mendukung ekonomi masyarakat sekitar, Kementerian PUPR juga membangun Pasar Tambak Lorok. (yau)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini