nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nelayan Minta Break Water, Menteri Basuki: Pasti Kita Bangun

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 23 Februari 2019 21:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 23 320 2021970 nelayan-minta-break-water-menteri-basuki-pasti-kita-bangun-esOAG8tpOi.jpeg Foto: Kampung Nelayan Tambak Lorok (Giri/Okezone)

SEMARANG - Pemerintah menyanggupkan permintaan para nelayan Tambak Lorok, Semarang untuk membangun break water (pemecah ombak) di Kampung Nelayan. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono ketika mengunjungi proyek penanganan Banjir Rob di Wilayah Kota Semarang pada hari ini.

Menurut Basuki, jika memang secara teknis meminta untuk dibangun maka pihaknya dengan tegas akan melakukannya. Apalagi permintaan tersebut juga sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kalau break water oke, kalau memang secara teknis perlu pasti kita bikin," ujarnya saat ditemui di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2019).

Selain akan membangun pemecah ombak lanjut Basuki, pihaknya juga bersama Pemerintah Kota Semarang akan segera menyelesaikan pembebasan lahan seluas 8 bidang di kawasan kampung nelayan Tambak Lorok tersebut. Karena Jokowi sudah meminta kepada dirinya secara langsung agar pembebasan lahan bisa segera dilakukan.

Baca Juga: Kawasan Pemukiman Nelayan di Pontianak hingga Jayapura Dibenahi

Sebagai gambaran, tanah tersebut menjadi penghambat pembangunan kampung nelayan. Karena ada sekitar 3 rumah yang menghalangi yang nantinya akan dilakukan untuk pembangunan jalan dan taman disekitar pasar ikan (Tempat Pelelangan Ikan/TPI).

"Kampung nelayan itu saya diperintah Pak Presiden untuk membayar pembebasan, ternyata kata Pak Walikota sedang di konsinyasi, yang 8 bidang malam-malem kesana bisa itu mulai dibayar. Tapi pas dicek sama Walikota katanya sedang di konsinyasi," jelasnya.

Sebagai informasi sebelumnya, salah seorang Nelayan Tambak Lorok Junedi mengatakan, para nelayan disana meminta pemecah kepada Jokowi secara langsung. Tujuannya adalah agar ombak yang masuk tidak terlalu tinggi.

Baca Juga: Menengok Kawasan Nelayan Tambak Lorok Semarang yang Didatangi Presiden Jokowi

Sebab menurutnya, pada musim-musim tertentu ombak yang masuk ke dalam tanggul masih sangat tinggi. Hal tersebut mengakibatkan perahu nelayan sering kali naik hingga ke bantaran tanggul.

Belum lagi, perahu-perahu nelayan juga berpotensi untuk mengalami benturan satu sama lain. Ini nantinya bisa merusak perahu milik nelayan."Harapannya minta tambahan pemecah gelombang. Kalau ada gelombang bisa masuk kesini 2 meteran. Biasanya perahu naik sampai keatas," jelasnya.

Usulan Junedi pun ditanggapi positif oleh Presiden Jokowi. Akan tetapi menurutnya, membutuhkan waktu untuk membangun break water tersebut. "Pak Jokowi menyanggupi tapi beliau minta diberi waktu, namun janji akan dibuatkan," ucapnya. (yau)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini