nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Tak Ingin Listrik Tergantung Energi Fosil

Senin 25 Februari 2019 13:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 25 320 2022483 presiden-jokowi-tak-ingin-listrik-tergantung-energi-fosil-8VUUcrfpaR.jpg Peresmian PLTU Cilacap (Foto: Antara)

CILACAP - Presiden RI Joko Widodo menyatakan tidak ingin jika pembangkit listrik di Indonesia terus-menerus tergantung pada bahan bakar energi fosil.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Ekspansi 1x660 megawatt (mw) yang terletak di Desa Karangkandri, Slarang dan Manganti, Cilacap, Jawa Tengah, Senin, mengatakan keinginannya untuk terus mengembangkan pembangkit listrik dengan bahan bakar energi baru terbarukan.

"Kita juga tidak ingin mengandalkan batu bara, energi fosil," kata Presiden Jokowi, dikutip dari Antaranews, Jakarta, Senin (25/2/2019).

Dia mencontohkan hingga saat ini telah banyak dikembangkan pembangkit listrik dengan tenaga angin, air, bahkan uap di berbagai wilayah di Indonesia.

Salah satunya dikembangkan pembangkit listrik tenaga angin di Sidrap, Jeneponto, yang disebut Jokowi sudah seperti di Belanda dengan begitu banyak kincir angin besar. "Dan ini akan kita lanjutkan di tempat lain yang anginnya besar," katanya.

Baca Juga: Resmikan PLTU Cilacap 660 Mw, Presiden Jokowi: Ini Kapasitasnya Besar Sekali

Terlebih kata dia, Indonesia cenderung memiliki tingkat intensitas hembusan angin yang besar. Itu juga belum termasuk potensi air dan uap yang juga sangat bisa dikembangkan sebagai pembangkit listrik energi alternatif.

Di Cilacap, misalnya baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ekspansi 1x660 MW yang terletak di Desa Karangkandri, Slarang, dan Manganti, Cilacap, Jawa Tengah.

"Saya sangat menghargai, ini besar sekali menambah suplai energi listrik baik di Jawa maupun Bali. Masih ada sisa 1.000 MW yang akan diselesaikan akhirnya tahun ini," katanya.

Baca Juga: Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Segera Beroperasi di 12 Daerah

Dia menambahkan, sekarang 98,2% listrik di Indonesia sudah masuk ke rumah-rumah di desa-desa terpencil. "Hanya tinggal sebagian kecil dan akhir tahun ini 99,9% harus sudah masuk ke semua rumah tangga di air tanah ini," katanya.

Dia menegaskan, listrik bukan hanya penting bagi ekonomi dan industri tapi juga bagi masyarakat di desa-desa terpencil.

"Dengan adanya listrik anak-anak bisa belajar, industri rumah tangga di desa-desa bisa bekerja di malam hari yang biasanya tidak bisa, inilah pentingnya listrik," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat yakni Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mensesneg Pratikno, Menteri ATR/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

(fbn)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini