nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Kartu Sakti Baru Presiden Jokowi, Sri Mulyani: Inisiatif Bagus

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 15:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 25 320 2022559 3-kartu-sakti-baru-presiden-jokowi-sri-mulyani-inisiatif-bagus-4chaqgWXjT.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana mengeluarkan tiga program baru lewat kartu saktinya. Adapun tiga kartu sakti yang akan diluncurkan meliputi Kartu Sembako Murah (KSM), Kartu Pra-Kerja hingga memperluas cakupan Kartu Indonesia Pintar (KIP) hingga bangku kuliah.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, upaya yang dilakukan Presiden Joko Widodo sebetulnya sebuah inisiatif yang sangat bagus. Khususnya untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang memang menjadi program prioritas lima tahun ke depan.

"Sebetulnya kan inisiatif untuk membangun pondasi seperti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi itu akan dilakukan secara jauh lebih sistematis dan terintegrasi," ujarnya, saat ditemui di kantor pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Senin (25/2/2019).

Baca Juga: Minyak dan Gula Dihapus dari Bantuan Pangan Nontunai

Menurutnya, selama ini pemerintah telah membuktikan program-program ini bisa meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pada 2014-2019 sendiri ada beberapa kartu sakti yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah.

Seperti KIS untuk masyarakat yang ingin berobat. Selanjutnya adalah Kartu Keluarga Sejahtera untuk penyaluran bantuan sosial.

"Jadi yang disampaikan adalah suatu keberlanjutan atau perbaikan dari program yang selama ini sudah mulai, membangun bagi Indonesia yang maju yaitu Indonesia yang setiap masyarakatnya terlindungi," jelasnya.

Baca Juga: DJSN Evaluasi Kendala UHC yang Belum Tercapai

Menurut Sri Mulyani, lewat program kartu sakti ini kesejahteraan bisa meningkat. Secara tidak langsung masyarakat juga bisa berfokus hanya untuk meningkatkan kualitasnya tanpa memikirkan hal-hal lain.

"Sehingga, masyarakat kita bisa ter-cover. Kebutuhan pangan, kebutuhan dari sisi kesehatan, dan dari pendidikan," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini