Share

Daftar Penyakit yang Dijamin dalam Perpres Penyakit akibat Kerja

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 26 320 2022955 daftar-penyakit-yang-dijamin-dalam-perpres-penyakit-akibat-kerja-TbVRr0Pssz.jpg Buruh (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Penyakit Akibat Kerja. Dengan pertimbangan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 48 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, pada 25 Januari 2019.

Dilansir dari laman Setkab, Jakarta, Selasa (26/2/2019), menurut Perpres ini, Pekerja yang didiagnosis menderita Penyakit Akibat Kerja berdasarkan surat keterangan dokter berhak atas manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) meskipun hubungan kerja telah berakhir.

Berikut jenis-jenis klasifikasi penyakit yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2019:

Baca Juga: Presiden Jokowi Teken Perpres tentang Penyakit Akibat Kerja, Apa Isinya?

I. Penyakit yang disebabkan pajanan faktor yang timbul dari aktivitas pekerjaan Jenis 1

A. Penyakit yang disebabkan oleh faktor kimia, meliputi:

1. Penyakit yang disebabkan oleh beillium dan persenyawaannya

2. Penyakit yang disebabkan oleh cadmium atau persenyawaannya

3. Penyakit yang disebabkan oleh fosfor atau persenyawaannya

4. Penyakit yang disebabkan oleh krom atau persenyawaannya

5. Penyakit yang disebabkan oleh mangan atau persenyawaannya

6. Penyakit yang disebabkan oleh arsen atau persenyawaannya

7. Penyakit yang disebabkan oleh raksa atau persenyawaannya

8. Penyakit yang disebabkan oleh timbal atau persenyawaannya

9. Penyakit yang disebabkan oleh fluor atau persenyawaannya

10.Penyakit yang disebabkan oleh karbon disulfida

kerja

11. Penyakit yang disebabkan oleh derivat halogen dari persenyawaan hidrokarbon alifatik atau aromatic

12. Penyakit yang disebabkan oleh benzene atau homolognya

13. Penyakit yang disebabkan oleh derivat nitro dan amina dari benzene atau homolognya

14. Penyakit yang disebabkan oleh nitrogliserin atau ester asam nitrat lainnya

15. Penyakit yang disebabkan oleh alcohol, glikol, atau keton

16. Penyakit yang disebabkan oleh gas penyebab asfiksia seperti karbon monoksida, hydrogen sulfida, hydrogen sianida atau derivatnya

L7. Penyakit yang disebabkan oleh acrylonitrile

18. Penyakit yang disebabkan oleh nitrogen oksida

19. Penyakit yang disebabkan oleh vanadium atau persenyawaannya

20. Penyakit yang disebabkan oleh antimon atau persenyawaannya

2l. Penyakit yang disebabkan oleh lrcxane

22. Penyakit yang disebabkan oleh asam mineral

23. Penyakit yang disebabkan oleh bahan obat

24. Penyakit yang disebabkan oleh nikel atau persenyawaannya

25. Penyakit yang disebabkan oleh thalium atau persenyawaannya

26. Penyakit yang disebabkan oleh osmium atau persenyawaannya

27. Penyakit yang disebabkan oleh selenium atau persenyawaannya

28. Penyakit yang disebabkan oleh tembaga atau persenyawaannya

29. Penyakit yang disebabkan oleh platinum atau persenyawaannya

3O. Penyakit yang disebabkan oleh timah atau persenyawaannya

31. Penyakit yang disebabkan oleh zinc atau persenyawaannya

32. Penyakit yang disebabkan oleh phosgene

33. Penyakit yang disebabkan oleh zat iritan kornea seperti benz,oquinonei

34. Penyakit yang disebabkan oleh isosianat

35. Penyakit yang disebabkan oleh pestisida

36. Penyakit yang disebabkan oleh sulfur oksida

37. Penyakit yang disebabkan oleh pelarut organik

38. Penyakit yang disebabkan oleh lateks atau produk yang mengandung lateks

39. Penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia lain di tempat kerja yang tidak disebutkan di atas, di mana ada hubungan langsung antara paparan bahan kimia dan penyakit yang dialami oleh pekerja yang dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan metode yang tepat

kerja

B. Penyakit yang disebabkan oleh faktor fisika, meliputi:

1. Kerusakan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan

2. Penyakit yang disebabkan oleh getaran atau kelainan pada otot, tendon, tulang, sendi, pembuluh darah tepi atau saraf tepi

3. Penyakit yang disebabkan oleh udara bertekanan atau udara yang didekompresi

4. Penyakit yang disebabkan oleh radiasi ion

5. Penyakit yang disebabkan oleh radiasioptik, meliputi ultraviolet, radiasi elektromagnetik (uisible lightl, infra merah, termasuk laser

6. Penyakit yang disebabkan oleh pajanan temperature ekstrim

7. Penyakit yang disebabkan oleh faktor fisika lain yang tidak disebutkan di atas, di mana ada hubungan langsung antara paparan faktor fisika yang muncul akibat aktivitas pekerjaan dengan penyakit yang dialami oleh pekerja yang dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan metode yang tepat

Baca Juga: 10 Pekerjaan Paling Menarik untuk "Psikopat": Dari Jurnalis hingga Pengacara

C. Penyakit yang disebabkan oleh faktor biologi dan penyakit infeksi atau parasit, meliputi:

1. Brucellosis

2. Virus hepatitis

3. Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia(human immunodeficiency uira sl)

4. Tetanus

5. Tuberkulosis

6. Sindrom toksik atau inflamasi yang berkaitan dengan kontaminasi bakteri atau jamur

7. Anthra-r

8. Leptospira

9. Penyakit yang disebabkan oleh faktor biologi lain di tempat kerja yang tidak disebutkan di atas, di mana ada hubungan langsung antara paparan faktor biologi yang muncul akibat aktivitas pekerjaan dengan penyakit yang dialami oleh pekerja yang dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan metode yang tepat.

II. Penyakit Berdasarkan Sistem Target Organ

Penyakit Akibat Kerja pada klasifikasi jenis II ini sebagai berikut:

A. Penyakit saluran pernafasan, meliputi:

1. Pneumokoniosis yang disebabkan oleh debu mineral pembentuk jaringan parut, meliputi silikosis,

antrakosilikosis, dan asbestos

2. Siliko tuberkulosis

3. Pneumokoniosis yang disebabkan oleh debu mineral nonfibrogenic

4. Siclerosis

5. Penyakit bronkhopulmoner yang disebabkan oleh debu logam keras

6. Penyakit bronkhopulmoner yang disebabkan oleh debu kapas, meliputi bissinosis, vlas, henep, sisal, dan ampas tebu atau bagassosds

7. Asma yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi atau zat iritan yang dikenal yang ada dalam proses pekerjaan

8. Alveolitis alergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik atau aerosol yang terkontaminasi dengan mikroba, yang timbul dari aktivitas pekerjaan

9. Penyakit paru obstruktif kronik yang disebabkan akibat menghirup debu batu bara, debu dari tambang batu, debu ka5ru, debu dari gandum dan pekerjaan perkebunan, debu dari kandang hewan, debu tekstil, dan debu kertas yang muncul akibat aktivitas pekerjaan

10. Penyakit paru yang disebabkan oleh aluminium

11. Kelainan saluran pernafasan atas yang disebabkan oleh sensitisasi atau iritasi ?at yang ada dalam proses pekerjaan

12. Penyakit saluran pernafasan lain yang tidak disebutkan di atas, di mana ada hubungan langsung antara paparan faktor risiko yang muncul akibat aktivitas pekerjaan dengan penyakit yang dialami oleh pekerja yang dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan metode yang tepat

kerja

B. Penyakit Kulit, meliputi:

l. Dermatosis kontak alergika dan urtikaria yang disebabkan oleh faktor penyebab alergi lain yang timbul dari aktivitas pekerjaan yang tidak termasuk dalam penyebab lain

2. Dermatosis kontak iritan yang disebabkan oleh zat iritan yang timbul dari aktivitas pekerjaan, tidak termasuk dalam penyebab lain

3. vitiligo yang disebabkan oleh zat penyebab yang diketahui timbul dari aktivitas pekerjaan, tidak temasuk dalam penyebab lain

C. Gangguan Otot dan Kerangka, meliputi:

1. Radial styloid tenosynovitis karena gerak repetitif, penggunaan tenaga yang kuat dan posisi ekstrim pada pergelangan tangan

2. Tenosynouitis kronis pada tangan dan pergelangan tangan karena gerak repetitif, penggunaan tenaga yang kuat dan posisi ekstrim pada pergelangan tangan

3. Olecranon bursitis karena tekanan yang berkepanjangan pada daerah siku

4. Prepatellar bursitis karena posisi berlutut yang berkepanjangan

5. Epicondglitis karena pekerjaan repetitif yang mengerahkan tenaga

6. Meniscus lesions karena periode kerja yang panjang dalam posisi berlutut atau jongkok

7. Catpal htnnel sgndrome karena periode berkepanjangan dengan gerak repetitif yang mengerahkan tenaga, pekerjaan yang melibatkan getaran, posisi ekstrim pada pergelangan tangan, atau tiga kombinasi di atas

8. Penyakit otot dan kerangka lain yang tidak disebutkan di atas, di mana ada hubungan langsung antara paparan faktor yang muncul akibat aktivitas pekerjaan dan penyakit otot dan kerangka yang dialami oleh pekerja yang dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan metode yang tepat

D. Gangguan Mental dan Perilaku, meliputi:

1. Gangguan stres pasca trauma

2. Gangguan mental dan perilaku lain yang tidak disebutkan di atas, di mana ada hubungan langsung antara paparan terhadap faktor risiko yang muncul akibat aktivitas pekerjaan dengan gangguan mental dan perilaku yang dialami oleh pekerja yang dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan metode yang tepat.

III. Penyakit Kanker Akibat Kerja

Penyakit Akibat Kerja pada klasifikasi jenis III ini, yaitu kanker yang disebabkan oleh zat berikut:

1. Asbestos

2. Beruidine dan garamnya

3. Bis-chloromethyletlrcn

4. Persenyawaan chromium VI

5. Coal tars, coal tar pitches or soots

6. Beta-naphthylamine;

7. Uingl chloride

8. Ben-zene

IV. Penyakit Spesifik Lainnya

Penyakit spesifik lainnya merupakan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau proses kerja, dimana penyakit tersebut ada hubungan langsung antara paparan dengan penyakit yang dialami oleh pekerja yang dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan metode yang tepat. Contoh penyakit spesifik lainnya, yaitu nystagmus pada penambang.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini