nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rest Area Tol Trans Jawa Akan Jadi Terminal Bus

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 28 Februari 2019 09:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 28 320 2023834 rest-area-tol-trans-jawa-akan-jadi-terminal-bus-XixMnzl0FZ.jpg Foto: Rest Area Trans Jawa Jadi Terminal Bus (Koran Sindo)

Kepala Bagian Umum Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Mahbulla Nurdin mengatakan, fungsi rest area sebagai terminal bus secara prinsip belum membawa banyak manfaat.

Dia beralasan, belum ada rancangan angkutan penumpang yang sifatnya pengumpan dari rest area ke arah luar tol untuk membawa penumpang ke lokasi tujuan.

“Fungsi rest area itu secara aturan hanya sebagai tempat istirahat saja. Fungsi rest area sebagai terminal bus akan memungkinkan selama aktivitas di terminal tidak mengganggu jalur tol. Tentu ini harus dikaji lagi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, secara aturan rest area bisa difungsikan selama kajiannya matang, kemudian dimasukkan dalam peraturan menteri.

“Kalau sebagai terminal biasa rasanya tidak mungkin karena terminal biasa kerap menimbulkan kemacetan dan crowded,” ujarnya.

Di bagian lain, Direktur Teknik PT Jasa Marga Properti Tita Paulina mengatakan, rencana tambahan fungsi rest area jalan tol sebagai area terminal sepenuhnya menjadi keputusan pemerintah. Dia menambahkan, pihaknya selaku pengelola rest area Badan Usaha Jalan Tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan menunggu apa yang menjadi regulasi dari pemerintah.

“Kalau kondisi sekarang rest area itu hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang masuk tol saja. Tidak bisa feeder atau penghubung di luar rest area, kecuali kalau ada pekerjaan konstruksi di sekitar rest area tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, jika rest area difungsikan menjadi terminal bus, fungsi terminal tersebut jangan sampai mengganggu fungsi-fungsi lain yang peruntukannya untuk pengguna tol.

“Misalnya kalau mau ke toilet atau mengisi bensin di SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum), otomatis fungsi aktivitas terminal jangan sampai menggangu fungsi pelayanan yang lain. Artinya memang harus steril,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pada intinya selaku pengelola, Jasa Marga akan mengikuti aturan dari Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR. “Karena peruntukan rest area ini juga sebagai area publik,” sebutnya.

Saat ini Jasa Marga Properti mengelola 31 rest area di ruas tol di Indonesia. Sebanyak 26 rest area di antaranya berada di ruas tol Trans-Jawa. (Ichsan Amin)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini