nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Dunia Bervariasi, Masih Dibanderol USD66/Barel

Jum'at 01 Maret 2019 08:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 01 320 2024322 harga-minyak-dunia-bervariasi-masih-dibanderol-usd66-barel-vAucm7myx1.jpg Foto: Reuters

NEW YORK - Minyak mentah Brent turun sementara minyak mentah berjangka AS naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena ketegangan perdagangan AS-China berlanjut, serta ekonomi China dan India menunjukkan tanda-tanda perlambatan dan berita melonjaknya produksi AS melemahkan pembatasan produksi yang dipimpin OPEC.

Patokan global minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April mengakhiri sesi perdagangan dengan turun 36 sen AS atau 0,5% menjadi USD66,03 per barel. Kontrak Brent Mei yang lebih aktif turun 27 sen AS atau 0,4% menjadi USD66,31 per barel.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik 28 sen AS atau 0,5% menjadi menetap di USD57,22 per barel. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

 Baca Juga: Stok AS Jatuh, Harga Minyak Dunia Melonjak 2%

Untuk Februari, minyak mentah AS naik 6,4% sementara minyak mentah Brent naik 6,6% Harga-harga telah meningkat sejak Januari didorong oleh pemotongan pasokan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya seperti Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+.

Aktivitas pabrik di China, importir minyak terbesar di dunia, menyusut untuk bulan ketiga berturut-turut pada Februari karena pesanan ekspor turun pada laju tercepat sejak krisis keuangan satu dekade lalu.

Ekonomi India kehilangan momentum pada kuartal terakhir 2018, mengurangi tingkat pertumbuhan tahunan menjadi 6,6%, laju paling lambat dalam lima kuartal dan jauh lebih rendah dari yang diperkirakan.

"Kompleks energi akan membutuhkan bantuan besar dari tren naik terbaru di ekuitas dan/atau beberapa pelemahan berkelanjutan dalam dolar AS sehingga WTI dapat terangkat jauh di atas angka USD58," Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates, mengatakan dalam sebuah catatan.

 Baca Juga: OPEC Abaikan Trump, Harga Minyak Naik Tipis

Sebuah survei Reuters terhadap 36 ekonom dan analis mengindikasikan pesimisme yang meningkat tentang prospek kenaikan harga yang signifikan tahun ini, memperkirakan Brent akan mencapai rata-rata USD66,44 pada 2019, sedikit lebih rendah dari perkiraan Januari.

"Dalam jangka pendek, pasar minyak akan ditandai dengan ketatnya pasokan di pasar internasional," kata Edward Bell dari Emirates NBD. "Namun, selama sisa tahun 2019, kenaikan harga minyak duduk tidak sesuai dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi di pasar-pasar utama,"

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini