nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Tak Buru-Buru Terapkan Pungutan Ekspor Sawit, Ini Penjelasan Menko Darmin

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 09:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 01 320 2024335 pemerintah-tak-buru-buru-terapkan-pungutan-ekspor-sawit-ini-penjelasan-menko-darmin-zJxq0UgWTO.jpg Foto: Menko Darmin (Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memberikan penjelasan terkait ditarik atau tidaknya pungutan ekspor hasil kelapa sawit oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

"Hasil rapat dengan komite pengarah memutuskan beberapa hal, pertama dari Kemendag menerbitkan harga referensi yang akan berlaku untuk Maret. Itu tercatat 1 Maret 2019 berlaku USD595,98 per ton," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis (28/2/2019) malam.

 Baca Juga: Pungutan Ekspor CPO Dihapus, Ini Fakta-faktanya

Kalau dilihat besarnya harga itu, lanjut dia maka pungutan berlaku karena batasannya USD570. Nah tapi harga itu berlaku dari 20 Januari sampai dengan 19 Februari 2019. "Walaupun dari harga rata-rata memenuhi syarat pungutan, tapi harga 3 terakhir harga turun lagi, menjadi USD545 per ton. Jadi harga tersebut, tidak merefleksikan pada hari-hari terakhir ini. Ambang batas USD570 per ton," kata Darmin.

Dia menuturkan, pertimbangannya kalau dikenakan, pungutan itu akan tidak sesuai seperti sekarang. Misalnya, Minggu depan tidak dikenakan pungutan, Minggu depan berlaku lagi dan tidak berlaku lagi. Pungutan ekspor sawit perlu pertimbangkan konsistensi pengenaan periode 3-5 bulan.

"Supaya ada kepastian ke pelaku usaha, termasuk petani, eksportir, dan lain sebagainya. Akan aneh kalau kena dan enggak kena," katanya.

 Baca Juga: Pemerintah Hentikan Sementara Pungutan Ekspor CPO, Ini Alasannya

Maka itu, Komite Pengarah menyepakati tarif masih USD0/ton sampai dengan ada kententuan baru. Komite Pengarah akan me-review tiap bulan untuk mengikuti harga perkembangan CPO.

Selain itu, Darmin mengatakan akan merevisi aturan PMK 152 tahun 2018 yang mengatur tentang pungutan ekspor kelapa sawit. Termasuk juga batas harga referensi untuk penarikan pungutan ekspor kelapa sawit.

"PMK ya juga akan kita coba diusulkan agar ada penyempurnaan supaya cocok. Sekarang USD570 kena, USD565 enggak kena. Ini jauh dari USD595 di 3 hari terakhir," tuturnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini