nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perpanjangan Diskon Tarif Tol Trans Jawa Tunggu Laporan Jasa Marga

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 11:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 01 320 2024378 perpanjangan-diskon-tarif-tol-trans-jawa-tunggu-laporan-jasa-marga-IZO5a0fXbQ.jpg Foto: Dok. Jasa Marga

JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tengah menunggu laporan dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terkait diskon tarif tol sebesar 15% yang berlaku pada tiga cluster tol Trans Jawa. Ketiga cluster yang dimaksud meliputi relokasi Porong-Gempol segmen Porong-Kejapanan pada jalan Tol Surabaya-Gempol.

Kemudian ada jalan Tol Ngawi-Kertosono segmen Wilangan-Kertosono. Lalu cluster terakhir yakni jalan Tol Gempol-Pasuruan segmen Pasuruan-Grati.

Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan pihaknya masih menunggu laporan tentang tiga cluster tersebut dari BUJT dalam hal ini PT Jasa Marga (Persero). Laporan itu sendiri nantinya akan dijadikan acuan untuk menentukan apakah diskon tarif tol akan diperpanjang atau tidak.

 Baca Juga: BPJT Perpanjang Diskon Tarif 3 Ruas Tol Trans Jawa?

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Jasa Marga memberikan diskon tarif tol ini pada tiga ruas tol yang harus diresmikan sebesar 15%. Diskon itu sendiri berlaku selama 2 bulan sejak 21 Januari 2019 mendatang.

"Ya, makanya hari ini kita terima laporan badan usaha," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (28/2/2019) malam.

Nantinya akan ada dua hal yang dilihat olehnya untuk mengambil keputusan. Pertama adalah jumlah demand atau traffic yang menggunakan jalan tol tersebut, dan yang kedua adalah pendapatan dari Badan Usaha Jalan Tol itu sendiri.

"Itu kan ada demand yang lebih tinggi juga dari sisi masyarakat sehingga revenue dari para operator tol itu bisa lebih terjaga. Jadi hari ini kita pantau terus.Yang terpenting ada dua nih, satu sisi konsumen, satu sisi operator tol," katanya.

 Baca Juga: Tarif Tol Trans Jawa Tak Jadi Turun?

Menurut Danang, jika jumlah pengguna justru turun ada kemungkinan pihaknya akan memperpanjang masa diskon. Hal ini juga bertujuan agar BUJT tidak mengalami kerugian karena jalan tolnya yang sepi.

"Operator tol kan konsern nya satu. Dia itu maintenance revenue level. Kan tidak berarti kalau misalnya tarifnya turun penggunanya tetap. Asumsi kita kan kalau tarifnya turun penggunanya bertambah. Jadi revenue level kita harapkan bisa stabil. Nah efek ini yang sedang kita pantau selama terjadinya rasionalisasi tarif," katanya..

Di sisi lain, jika pendapatan BUJT stabil meskipun traffic rendah, tidak menutup kemungkinan juga diskon tarif tol akan distop. Sebab dirinya merasa jika BUJT bisa cukup survive tanpa harus menurunkan tarif.

"Kalau ternyata revenue badan usaha stabil atau bahkan meningkat karena kenaikan trafik ya kenapa enggak kita lanjutkan," kata Danang.

Nantinya, selama belum ada keputusan dari pihaknya maka tarif yang akan berlaku pada tiga ruas tol tersebut masih sama. Artinya diskon masih berlaku selama belum ada keputusan resmi dari pemerintah dan BUJT.

"Selama belum ada perintah lanjutan maka akan kita teruskan. Jadi sambil kita evaluasi. 3 cluster diskon," kata Danang.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini