JAKARTA - Apple kehilangan gelar perusahaan paling inovatif di dunia. Raksasa teknologi ini jatuh ke urutan 17 dari 50 perusahaan versi Fast Company pada 2019.
Fast Company adalah majalah bisnis dari Amerika. Kendati demikian, Apple masih diakui karena berinvestasi dalam prosesornya.
Berikut beberapa fakta yang telah dirangkum Okezone perihal daftar perusahaan yang paling inovatif di duni, Jakarta, Senin (4/3/2019).
1. Perusahaan China Jadi Paling Inovatif
Pada tahun ini, Apple tersingkir oleh perusahaan China Meituan Dianping yang menduduki posisi puncak untuk pertama kali di Fast Company. Meituan Dianping merupakan perusahaan pembuat aplikasi mobile untuk layanan pemesanan kamar hotel, tiket bioskop, hingga pengantaran makanan.
Baca Juga: Bukan Apple, Ini 10 Perusahaan Paling Inovatif di Dunia
Pada separuh tahun 2018, Meituan Dianping dilaporkan memfasilitasi 27,7 miliar transaksi senilai USD33,8 miliar untuk melayani 350 juta orang. Posisi kedua dalam daftar perusahaan paling inovatif di dunia 2019 diduduki Grab. Perusahaan yang berbasis di Singapura itu berhasil memperoleh pendapatan USD1 miliar pada 2018.
2. Layanan Transportasi Online jadi Perusahaan Inovatif
Berbasis di Singapura, perusahaan perjalanan ini membawa Uber keluar dari wilayah dan mengambil alih operasi lokalnya tahun lalu. Grab juga telah berkembang menjadi pengiriman makanan, pemesanan perjalanan, dan jasa keuangan dan mencapai USD1 miliar pendapatan pada tahun 2018.
Baca Juga: Apple Kian Tenggelam, Perusahaan China Jadi Paling Inovatif
3. NBA
Fast Company memuji National Basketball Association karena memecahkan rekor kehadiran pada 2018 dan meningkatkan pelanggan layanan streaming sebesar 3%. Total pendapatannya meningkat 25%, sebagian karena Liga 2K NBA, kepindahannya ke esports.
4. Walt Disney Company
Ketika datang ke perang streaming, Disney adalah perusahaan yang siap bersaing dengan Netflix, menurut Fast Company. Raksasa media akan memulai debut Disney dan akhir tahun ini akan menawarkan konten asli baru dan perpustakaan film Disney serta acara TV yang disebut Fast Company sebagai portofolio tak tertandingi.