JAKARTA - Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), mencapai tertinggi 10-minggu terhadap yen, karena selera risiko meningkat di tengah prospek yang lebih optimis pada beberapa ekonomi utama dunia dan prospek kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Mengutip antaranews, Sabtu (2/3/2019), Indeks dolar AS, ukuran nilai mata uang greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,4% pada Jumat (1/3), membukukan persentase kenaikan harian terbesar dalam dua minggu.
"Melihat seluruh ruang G10 (Kelompok 10 mata uang utama), ada lebih banyak tindak lanjut dari optimisme perdagangan AS-China yang sudah dalam proses mendapatkan harga selama Februari," kata Kepala Strategi FX Eropa BMO Capital Markets, Stephen Gallo, di London, seperti dikutip Reuters.
"Sementara itu, salah satu dorongan terbesar terhadap dolar AS datang dari yen yang lemah," tambahnya.
Banyaknya data ekonomi AS lebih lemah dari yang diperkirakan pada awalnya membebani dolar, terutama indeks manufaktur, tetapi greenback menguat menjadi diperdagangkan lebih tinggi pada hari itu.