Share

Pentingkah Kementerian PUPR Dilebur?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 05 Maret 2019 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 05 320 2026002 pentingkah-kementerian-pupr-dilebur-4KwHkJhRen.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diisukan akan dilebur menjadi dua lembaga. Nantinya Perumahan Rakyat akan berpisah dengan Pekerjaan Umum dan menjadi lembaga sendiri.

Lantas pentingkah keberadaan Kementerian PUPR dilebur menjadi dua lembaga?

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin Arif Budimanta mengatakan, peleburan Kementerian PUPR dianggap tidak perlu untuk dilakukan. Karena saat ini saja Kementerian PUPR berhasil mencapai program satu juta rumah.

"Terkait capaian 1,07 juta itu sangat relevan. Kementerian Perumahan Rakyat saya rasa itu tidak pernah hapus," ujarnya dalam sebuah diskusi di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Baca Juga: Nelayan Minta Break Water, Menteri Basuki: Pasti Kita Bangun

Lagi pula, saat ini keberadaan perumahan rakyat masih ada meskipun bergabung dalam satu lembaga sebelumnya yakni Pekerjaan Umum ,namun menurutnya, fokus pemerintah untuk menyediakan hunian tidak pernah terpinggirkan.

"Kan tetap kementerian yang artinya masih jadi satu prioritas dalam kebijakan sehingga dalam entitias masih jadi satu kepentingan," jelasnya.

Sama halnya dengan Arif, Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengaku setuju penggabungan dan pemisahan tidak terlalu penting. Yang terpenting adalah bagaimana komitmen pemerintah untuk menyediakan pemukiman bagi masyarakat.

"Mengomentari ada tidaknya itu tari sudah ya. Kalau dari asosiasi pihak swasta keluh kesahnya sudah saya sampaikan," ucapnya.

Baca Juga: Batal Disewakan, Wisma Atlet Akan Digunakan untuk Rumah Dinas PNS

Sementara itu, Ketua Umum Himpera Endang Kawidjaja juga sangat setuju jika peleburan Kementerian PUPR tidak perlu dilakukan. Sebab menurutnya, menyatu dengan Kementerian PU sendiri memberikan keuntungan bagi sektor perumahan itu sendiri.

"Menurut kami enggak terlalu penting (peleburan Kementerian PUPR) itu ada keuntungannya. Kalau nempel dengan PU kemampuan Menteri bisa merealokasi," jelasnya.

Berbeda dari ketiganya, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yakni Suhendra Ratu Prawiranegara mengatakan, peleburan dirasa sangat perlu dilakukan. Sebab dengan dilebur maka pemerintah bisa lebih fokus dalam menyediakan rumah kepada masyarakat.

"Perumahan rakyat harus ditangani lebih fokus. Kami (Prabowo-Sandi) kalau terpilih Kementerian Perumahan Rakyat akan hadir kembali," jelasnya.

Senada dengan Suhendra, Ketua APERSI Junaidi Abdillah mengatakan, tergabungnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini sendiri dirasa menjadi anak tiri. Karena pemerintah terlihat lebih fokus dalam pembangunan infratruktur tanpaemperdulikan kebutuhan rumah bagi masyarakat.

"Tergabungnya PUPR dalam perumahan artinya jadi anak tiri. Dan karakter PU dan Perumahan Rakyat sangat berbeda," ucapnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini