Share

Menperin Beberkan Manfaat Investasi Asing

Selasa 05 Maret 2019 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 05 320 2026259 menperin-beberkan-manfaat-investasi-asing-cOlr0C1QUU.jpg Foto: Menperin (Okezone)

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa investasi asing yang masuk ke Indonesia mampu memicu transfer teknologi bagi perusahaan lokal, terutama dalam penerapan digitalisasi seiring dengan kesiapan Indonesia memasuki era Industri 4.0.

"Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, salah satu program prioritasnya adalah menarik minat investasi asing," kata Menperin Airlangga Hartarto seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Oleh karena itu, menurut Menperin, pemerintah terus memfasilitasi kemitraan antara perusahaan global dengan pelaku industri lokal.

"Melalui transfer teknologi, kami yakin akan terjadi peningkatan pengetahuan dan keahlian bagi tenaga kerja kita sehingga menjadi kompeten dan kompetitif. Selain itu dapat memperluas jaringan usaha termasuk untuk pasar ekspor," katanya.

 Baca Juga: Startup Global Berjaket Lokal

Menurut Menperin, peningkatan investasi khususnya di sektor industri manufaktur, selama ini konsisten membawa efek berantai yang luas bagi perekonomian seperti pengoptimalan pada nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan devisa dari ekspor.

"Kami mencontohkan di Morowali yang sudah berhasil melakukan hilirisasi terhadap nickel ore menjadi stainless steel. Kalau nickel ore dijual sekitar USD40-USD60, sedangkan ketika menjadi stainless steel harganya di atas USD2.000,” ujar Airlangga.

Selain itu, lanjutnya, manufaktur nasional sudah mampu ekspor dari Morowali senilai empat miliar dolar AS, baik itu hot rolled coil (HRC) maupun cold rolled coil (CRC) ke Amerka Serikat dan China.

Melalui kawasan industri Morowali, investasi pun terus menunjukkan peningkatan, dari tahun 2017 sebesar USD3,4 miliar menjadi USD5 miliar pada 2018.

"Jumlah penyerapan tenaga kerja di sana terbilang sangat besar hingga 30 ribu orang," ujar Menperin.

 Baca Juga: Soal Investasi Asing ke StartUp, Kepala BKPM: Sejauh Ini Dampaknya Positif

Selain itu, Kementerian Perindustrian juga mendorong tumbuhnya industri hilirisasi batu bara agar dapat menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan substistusi impor seperti urea, Dimethyl Ether (DME), serta polypropylene.

Langkah strategis ini dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan pupuk, bahan bakar (substitusi impor LPG), dan plastik yang akan digunakan di dalam negeri hingga mengisi permintaan pasar ekspor.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini