Share

14 Juta Usaha di Indonesia Dikelola Wanita

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 06 Maret 2019 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 06 320 2026418 14-juta-usaha-di-indonesia-dikelola-wanita-1qA6ErGJ3J.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Saat ini, perempuan mengendalikan sebagian besar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang sedang naik daun di Indonesia. Kiprah mereka masih bisa dioptimalkan jika hambatan dalam hal investasi dan permodalan bisa diatasi.

Sekitar setengah dari jumlah usaha kecil dan sepertiga dari usaha menengah di Indonesia dimiliki oleh perempuan. International Finance Corporation dalam laporannya pada 2016 menyatakan bahwa sebanyak 700.000 UKM pada tahun tersebut berkontribusi sekitar 22% terhadap pendapatan domestik bruto.

Angka tersebut menunjukkan bahwa para perempuan pengusaha di Indonesia masih mengalami tantangan, tak hanya dalam mengakses modal tetapi juga dalam mengakses kesempatan untuk mendapatkan pengembangan keterampilan, seperti pengembangan produk, manajemen keuangan, tata kelola perusahaan dan pemasaran.

Baca Juga: Daftar CEO Wanita Paling Berpengaruh di Dunia, Siapa Saja?

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, total UMKM pada tahun lalu hampir 60 juta. Dari jumlah ini, lebih dari 14 juta usaha dikelola perempuan. Kontribusi UMKM yang dikelola perempuan terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 9,17%. Sementara kontribusinya terhadap ekspor lebih dari 5%.

Namun pengembangan usaha kaum hawa masih terhambat karena permodalan.

Pemilik jenama fesyen "Adraworld" Hayuning Sumbadra mengutarakan, mentor bisnis adalah pintu awal baginya sehingga bisa menjangkau sejumlah akses guna meningkatkan skala usaha. Menurutnya, keleluasaan akses bagi perempuan pengusaha secara umum relatif sama dengan laki-laki.

"Tapi menurut saya, dalam beberapa hal seperti akses permodalan itu informasinya lebih kurang tersebar kepada perempuan daripada laki-laki. Kita sendiri (perempuan pengusaha) harus rajin buka akses pasar," katanya dalam keterangan, Rabu (6/3/2019).

Baca Juga: Kisah Mantan Wanita Terkaya di China yang Kehilangan Rp95 Triliun

Sementara itu, Pendiri Instellar Dian Wulandari menjelaskan, berdasarkan penelitian yang pernah disimaknya diketahui bahwa perempuan pengusaha relatif lebih tangguh dalam menghadapi dinamika bisnis. Tapi, sejumlah kendala melingkupi sehingga usahanya tidak berkembang signifikan.

"Ada tiga hal (hambatan), yaitu minim akses terhadap informasi atau keterampilan, minim akses penguatan keuangan. Dua hal ini sulit diatasi karena perempuan sendiri yang kurang percaya diri," ujar dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini