Indonesia, Malaysia dan Thailand Sepakat Batasi Ekspor Karet 240 Ribu Ton

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 06 Maret 2019 20:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 06 320 2026785 indonesia-malaysia-dan-thailand-sepakat-batasi-ekspor-karet-240-ribu-ton-XfQ5pv7wjQ.jpg Foto: (Ist)

JAKARTA - Tiga negara penghasil karet yakni Indonesia, Thailand, dan Malaysia yang tergabung dalam forum International Tripartite Rubber Council (ITRC) sepakat membatasi ekspor karet hanya sebanyak 240.000 ton. Hal itu untuk mendorong harga komoditas karet yang saat ini tengah jatuh.

Adapun keputusan itu merupakan tindak lanjut dari forum yang digelar di Thailand pada 22 Februari 2019 lalu. Di mana terdapat tiga keputusan yakni mengatur batasan ekspor melalui mekanisme Agreed Export Tonnage Scheme (AETS), memaksimalkan penggunaan karet dalam negeri, serta peremajaan karet alam.

"Hasil ITRC itu adalah sudah disepakati bahwa, AETS-nya 240.000 ton. Berlaku mulai 1 April efektif, tetapi Thailand minta berlakunya setelah kabinet terbaru karena mau pemilu 24 Maret," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

 Baca Juga: Kerek Harga Karet, Pemerintah Dorong Penyerapan ke Industri Ban

Dia menyatakan, dari total pembatasan yang disepakati sebanyak 240 ribu ton itu, Indonesia mendapatkan porsi mencapai 100 ribu ton. Sementara porsi untuk Thailand sebanyak 120 ton dan sisanya diambil oleh Malaysia.

Maka dari pembatasan ekspor itu, kata Darmin, pemerintah akan mengalihkan dengan menggenjot menggenjot pemakaian karet di dalam negeri, misalnya membangun jalan.

 Baca Juga: Menko Darmin Ungkap Penyebab Harga Karet Anjlok

"Dari kebijakan itu, yang ingin dikembangkan bentuk stok dalam negeri sekaligus persiapan penggunan karet untuk bangun jalan, sehingga itu mungkin lebih efektif dorong perbaikan harga," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini