nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi: Sekarang Bangun Rumah Hanya 24 Jam

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 17:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 12 470 2028987 presiden-jokowi-sekarang-bangun-rumah-hanya-24-jam-wGuzUA2UPx.jpg Ilustrasi Pembangunan Rumah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyebut perkembangan teknologi digital bergerak sangat cepat setiap harinya. Tak terkecuali teknologi digital di sektor konstruksi.

Perubahan ini juga membuat pengerjaan konstruksi bisa dikerjakan dengan cepat, Sebagai salah satu contohnya adalah dalam membuat sebuah rumah yang saat ini hanya membutuhkan waktu sekitar 24 jam saja.

Pembuatan rumah sendiri jauh lebih mudah dengan penggunaan 3D printing yang diluncurkan baru-baru ini Bahkan kemunculan 3D printing sendiri sempat menjadi perbincangan di dunai konstruksi.

"Kita tahu sekarang sudah mulai terkenal 3D printing, membuat rumah hanya dalam waktu 24 jam. Bayangkan teknologi yang seperti ini yang akan kita hadapi ke depan dan kita harus tahu mengenai ini," ujarnya dalam acara di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga: Pembangunan Rusunawa Pasar Rumput Ditargetkan Selesai Tahun Ini

Salah satu contoh lagi adalah sistem prefabrikasi yang mana sistem ini sendiri mempercepat pengerjaan konstruksi baik itu bangunan atau gedung maupun jembatan. Salah satu contoh proyek yang menggunakan teknologi ini adalah pembangunan jembatan Holtecamp di Papua.

"Itu yang harus kita kenali, kita mengerti, dan kita respon, sehingga harus belajar," ujarnya.

Oleh karena itu, Mantan Walikota Solo itu juga mengingatkan mengenai kemajuan teknologi tersebut kepada seluruh pekerja konstruksi agar terus mengupgrade kemampuannya. Karena jika puas dengan kemampuan yang ada, maka akan tertinggal.

Baca Juga: Hunian Sementara untuk Korban Gempa di Palu dan Donggala Rampung Dua Bulan Lagi

Alasan itu pula yang membuat pemerintah mengeluarkan program sertifikasi tenaga konstruksi. Pada tahun ini sendiri, pemerintah menargetkan 512.000 tenaga kerja konstruksi mengantongi sertifikat.

Jumlah tersebut akan ditingkatkan pada tahun depan menjadi 750.000 orang, guna mengejar jumlah tenaga kerja tersertifikat yang masih minim. Hingga akhir 2018, baru 616.000 tenaga kerja konstruksi yang sudah tersertifikat dari total 8,3 juta orang.

"Kita akan mulai tahun ini dan tahun depan akan besar-besaran training, pelatihan, baik itu di kementerian, BUMN, dan swasta. Ada di dalam negeri, ada yang dikirim ke luar negeri," jelasnya

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini