JAKARTA - Harga minyak naik karena Administrasi Informasi Energi (EIA) AS menurunkan perkiraan pasokan minyak mentah AS untuk 2019 dan 2020.
EIA memproyeksikan bahwa produksi minyak mentah AS akan rata-rata 12,3 juta barel per hari (bph) pada 2019 dan 13 juta bph pada 2020, dengan sebagian besar pertumbuhan berasal dari wilayah Permian di Texas dan New Mexico.
Baca Juga: Harga Minyak Naik berkat Pernyataan Menteri Energi Arab Saudi
Perkiraan datang lebih rendah dari perkiraan EIA pada bulan Februari untuk 2019 dan 2020, menurut laporan Outlook Energi Jangka Pendek yang dirilis Selasa.
EIA juga memperkirakan bahwa produksi minyak mentah AS rata-rata 11,9 juta barel per hari pada Februari, turun sedikit dari rata-rata Januari.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman April naik USD0,08 menjadi mantap pada USD56,87 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei naik USD0,09 menjadi ditutup pada USD66,67 per barel di London ICE Futures Exchange, demikian dilansir dari Xinhua, Rabu (13/3/2019).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.