nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Chatib Basri Sebut Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan BI Sempit

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 15:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 14 20 2029947 chatib-basri-sebut-ruang-penurunan-suku-bunga-acuan-bi-sempit-WLCEGtU4Lk.jpeg Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menilai ruang penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) masih cukup sulit dilakukan oleh Bank Sentral. Meski tahun ini kebijakan normalisasi moneter The Federal Reserve (The Fed) kian melambat.

Bank Sentral AS memang diproyeksikan hanya menaikkan suku bunganya satu kali di sepanjang tahun 2019, di mana pada tahun lalu mencapai empat kali. Kondisi itu pun berdampak pada penguatan Rupiah saat ini.

Baca Juga: Gubernur BI: Suku Bunga Acuan Hampir Capai Puncaknya

Chatib menyatakan, hal yang membuat BI sulit menurunkan suku bunga acuannya yakni kondisi defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang masih melebar. BI mencatat CAD pada kuartal IV 2018 membengkak jadi USD9,1 miliar atau 3,57% dari produk domestik bruto (PDB), angka itu naik dari defisit pada kuartal sebelumnya yang USD8,6 miliar atau 3,28% dari PDB.

"Kebijakan The Fed implikasinya pada peningkatan portofolio investasi akan kembali ke Indonesia, itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Menariknya apakah BI bisa turunkan suku bunga acuan? Dugaan saya dengan CAD yang masih menganga, ruang untuk turunkan suku bunga akan sulit," jelasnya dalam acara diskusi ekonomi dan politik yang diadakan KSEI di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

grafik

Dengan kondisi suku bunga BI yang tetap tinggi itu, tentunya akan berdampak pada kinerja investasi di sektor riil. Tingkat suku bunga acuan yang tinggi akan mendorong kenaikan suku bunga kredit perbankan dan hal ini akan membuat para investor menjadi ragu untuk berinvestasi di sektor riil.

Maka menurut Chatib, investasi tahun ini tak akan jauh berbeda dari tahun lalu. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat total realisasi investasi Indonesia di 2018 mencapai Rp721,3 triliun atau hanya meningkat 4,1%% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dengan seperti itu mungkin dari segi investasi akan sama seperti tahu lalu," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini