nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Naik 20%, Laba Bersih Tifa Finance Rp27,83 Miliar

Kamis 14 Maret 2019 13:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 14 278 2029851 naik-20-laba-bersih-tifa-finance-rp27-83-miliar-gKHLLiCoqn.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Di tahun 2018, PT Tifa Finance Tbk (TIFA) mencatatkan laba bersih Rp27,83 miliar atau naik 20,86% dibanding periode yang sama tahun 2017 yang tercatat rugi bersih sebesar Rp23,01 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Sementara emiten pembiayaan ini membukukan pendapatan sebesar Rp218,6 miliar atau naik 12,95% dibandingkan akhir Desember 2017 yang tercatat sebesar Rp193,99 miliar.

 Baca Juga: Tumbuh 5,04%, Tifa Finance Bukukan Pendapatan Rp90,7 Miliar

Sedangkan beban pokok pendapatan mengalami kenaikan 11,04% dari Rp163,13 miliar menjadi Rp181,53 miliar. Selain itu,kewajiban perseroan tercatat sebesar Rp1,169 triliun atau turun 15,38% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp1,3 triliun.

Sementara ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp345,4 miliar atau naik 6,7% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat Rp323,7 miliar. Adapun aset perseroan tercatat sebesar Rp1,514 triliun atau turun 7,17% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp1,613 triliun. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan bisnis cukup konservatif dnegan menetapkan target pertumbuhan 5%-10%.

”Tahun ini, pembiayaaninfrastruktur diperkirakan masih slowdown karena masih tahun politik,” kata Presiden Direktur TIFA, Bernard Thien.

Untuk memenuhi target pertumbuhan, lanjut Bernard, perseroan membutuhkan pendanaan hingga Rp1 triliun. Tahun ini, kata Bernard, perseroan masih akan fokus menyalurkan pembiayaan di sektor logistik, kesehatan dan infrastruktur.

 Baca Juga: Tifa Finance Kantungi Pinjaman Rp20 Miliar

Hal tersebut merupakan bagian dari diversifikasi perusahaan. Saat ini perusahaan berfokus di tiga sektor yang dibiayai, yakni infrastruktur, kesehatan, dan logistik yang masing-masing porsinya menyumbang 30% untuk target pembiayaan perusahaan.

Disebutkan, sumber pembiayaan perusahaan di tahun ini 80% masih akan bersumber dari pinjaman perbankan, sisanya kemungkinan akan diterbitkan dalam surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN).

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini