nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Phapros Bagikan Dividen Tunai Rp92,6 Miliar

Jum'at 15 Maret 2019 14:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 15 278 2030418 phapros-bagikan-dividen-tunai-rp92-6-miliar-3KGENeabuZ.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang cukup apik sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Phapros Tbk (PEHA) siap membagikan dividen sebesar Rp92,6 miliar atas 840 juta lembar saham. Dengan demikian, dividen per saham yang akan diterima sebesar Rp110,26 per saham.

Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami mengatakan, pada RUPS tahun buku 2018, perseroan membagikan dividen tunai sebesar 70% dari laba bersih perseroan pada tahun lalu. Rasio pembayaran dividen ini sama dengan tahun sebelumnya.

Adapun, dividen yang diterima senilai Rp110,26 per saham ini, naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Barokah mengatakan, dividen akan dibagikan pada 17 April 2019 dengan tanggal cum date pada 22 Maret 2019.

“Kami membagikan dividen tunai 70% seperti tahun lalu,” ujarnya seperti dikutip Harian Neraca, di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

 Baca Juga: Produsen Antimo Siapkan Belanja Modal Rp350 Miliar pada 2019

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2018 kemarin, emiten farmasi nini membukukan penjualan bersih Rp1,02 triliun. Capaian ini naik 2,08% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1 triliun.Adapun, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp132,31 miliar. Laba bersih ini naik 5,62% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp125,27 miliar. Dengan demikian laba per saham yang dibukukan sebesar Rp158.

Lebih lanjut, jumlah aset pada 2018 sebesar Rp1,87 triliun. Jumlah liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp1,07 triliun dan Rp789,80 miliar.Barokah mengatakan, kontributor terbesar penjualan perseroan berasal dari segmen obat generik. Kontribusi segmen ini mencapai lebih dari 50% terhadap total penjualan.

Di samping itu, jumlah aset PEHA terus meningkat selama tiga tahun terakhir. Jumlah aset pada 2016 sebesar Rp883,29 miliar dan pada 2017 sebesar Rp1,17 triliun. "Pertumbuhan aset Phapros pada 2018 terjadi karena adanya aksi korporasi berupa akuisisi PT Lucas Djaja dan anak perusahaannya di Bandung," katanya.

Dirinya juga menambahkan, dengan akuisisi tersebut, perseroan memprediksi pertumbuhan pendapatan bisa meningkat hingga 30% dibandingkan dengan pertumbuhan perusahaan tahun lalu yang hanya sebesar 5,62%.

Disampaikan Sri Utami, dampak dari akuisisi tersebut bakal meningkatkan kapasitas produksi, mendiversifikasi jenis produk perusahaan, efisiensi investasi dan menambah pasar ekspor ke Afghanistan yang saat ini belum dimiliki perusahaan.

 Baca Juga: Saham Phapros Ditutup Naik 50% di Perdagangan Perdana

Dengan bertambahnya negara tujuan ekspor, targetnya tahun ini pendapatan dari ekspor bisa meningkat hingga 5%. Sementara negara ekspor saat ini antara lain Nigeria, Filipina, Kamboja dan Vietnam. Proses feasibility study saat ini juga tengah dilakukan untuk merambah pasar ekspor ke Myanmar.

Asal tahu saja, akuisisi perusahaan Lucas Djaja ini dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan pendanaan dari perbankan, oleh sebab itu tingkat utang bank perusahaan di akhir tahun lalu naik signifikan menjadi senilai Rp 558,50 miliar dan utang MTN senilai Rp 200 miliar.

Rencananya tahun ini perusahaan akan melakukan refinancing atas utang tersebut dengan dana yang diperoleh perusahaan dari rights issue yang akan dilakukan pada semester kedua tahun ini. Targetnya dari aksi korporasi tersebut perusahaan akan memperoleh dana segar senilai Rp 1 triliun dengan menerbitkan saham baru sebanyak 20%.

(dni)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini