nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Turun 11,33%, Ekspor Februari Tercatat USD12,53 Miliar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 09:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 15 320 2030254 turun-11-33-ekspor-februari-tercatat-usd12-53-miliar-HCY4JEQkjB.jpeg Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Februari 2019 mencapai USD12,53 miliar. Realisasi ini mengalami penurunan 10,03% dari bulan Januari 2019 yang sebesar USD13,93 miliar.

Bila dibandingkan dengan laju ekspor pada Februari 2018 yang mencapai USD14,13 miliar juga terjadi penurunan sebesar 11,33% (yoy).

Baca Juga: Ekspor Nonmigas Ditargetkan Tembus USD175 Miliar

"Siklus nilai ekspor Februari tiap tahunnya pasti lebih rendah dari Januari. Hal ini dipengaruhi jumlah hari di bulan Februari yang lebih sedikit, ada selisih 3 hari dari bulan sebelumnya. Itu mempengaruhi penghitungan jumlah ekspor," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Dia menjelaskan, penurunan dari laju ekspor di Februari 2019 ini juga didorong terjadinya penurunan ekspor migas maupun nonmigas. Di mana untuk migas turun sebesar 11,85%, yakni USD1,23 miliar di Januari menjadi USD1,09 miliar di Februari.

"Di sektor migas terjadi penurunan ekspor baik pada nilai minyak mentah, hasil minyak, juga gasnya turun," kata dia.

bps

Adapun pada komoditas nonmigas terjadi penurunan sebesar 9,85%. Di mana menjadi USD11,44 miliar di Februari dari sebelumnya USD12,69 miliar di bulan sebelumnya.

Secara rinci, komoditas yang mengalami penurunan ekspor terendah yakni bahan kimia organik (HS 29) sebesar USD98,4 juta, alas kaki sebesar USD138,7 juta, lalu bijih, kerak, dan abu logam sebesar USD149,5 juta, lemak da minyak hewan/nabati sebesar USD208,9 juta, dan bahan bakar mineral sebesar USD282,1 juta.

Sedangkan, komoditas non migas yang mengalami kenaikan ekspor tertinggi yakni perhiasan/permata sebesar USD227,5 juta, tembaga sebesar USD62,9 juta, bubur kayu/pulp sebesar USD38,7 juta, timah sebesar USD33,1 juta, serta baha kimia organik (HS 28) USD21,1 juta.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini