
Adapun pada komoditas nonmigas terjadi penurunan sebesar 9,85%. Di mana menjadi USD11,44 miliar di Februari dari sebelumnya USD12,69 miliar di bulan sebelumnya.
Secara rinci, komoditas yang mengalami penurunan ekspor terendah yakni bahan kimia organik (HS 29) sebesar USD98,4 juta, alas kaki sebesar USD138,7 juta, lalu bijih, kerak, dan abu logam sebesar USD149,5 juta, lemak da minyak hewan/nabati sebesar USD208,9 juta, dan bahan bakar mineral sebesar USD282,1 juta.
Sedangkan, komoditas non migas yang mengalami kenaikan ekspor tertinggi yakni perhiasan/permata sebesar USD227,5 juta, tembaga sebesar USD62,9 juta, bubur kayu/pulp sebesar USD38,7 juta, timah sebesar USD33,1 juta, serta baha kimia organik (HS 28) USD21,1 juta.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.