nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Impor Gula, Susu, hingga Telur Naik di Februari 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 12:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 15 320 2030323 impor-gula-susu-hingga-telur-naik-di-februari-2019-k2Nkwskhcw.jpeg Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Februari 2019 mencapai USD12,20 miliar. Realisasi ini turun 18,61% dibanding Januari 2019, demikian juga dibandingkan Februari 2018 turun sebesar 13,98%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, laju impor ini didorong penurunan tajam di sektor nonmigas yang mencapai USD10,65 miliar atau turun 20,14%. Sementara impor migas mencapai USD1,55 miliar atau turun 6,28% dibanding bulan sebelumnya.

Kendati demikian, tetap terdapat beberapa golongan komoditas yang mengalami peningkatan impor tertinggi di Februari 2019. Di mana golongan gula dan kembang gula tercatat mengalami peningkatan terbesar yakni USD100,9 juta.

Baca Juga: BPS: Impor Februari Turun Tajam Jadi USD12,20 Miliar

"Lalu ada kapal laut dan bangunan terapung yang impornya masih naik sebesar USD35,3 juta. Kemudian susu, mentega, telur juga naik dengan nilai impor USD27,1 juta," katanya dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

BPS juga mencatat kenaikan impor pada binatang hidup sebesar USD26,7 juta. Serta pada golongan bijih, kerak, dan abu logam sebesar USD26,4 juta. "Diharapkan ke depan impor ini bisa lebih dikendalikan lagi," katanya.

Adapun terdapat komoditas yang mengalami penurunan impor terbesar yakni mesin dan peralatan listrik sebesar USD477,3 juta. Lalu disusul besi dan baja USD474,5 juta, mesin-mesin dan pesawat mekanik US209,1 juta, plastik dan barang dari plastik sebesar USD194,8 juta dan bahan kimia organik sebesar USD152,7 juta.

bps

Lebih lanjut, dia menyatakan, berdasarkan tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Februari 2019, yang mengalami peningkatan tertinggi yakni dari Argentina sebesar USD93,5 juta. Lalu barang impor dari Thailand sebesar USD74,4 juta serta dari India sebesar USD18,6 juta.

Sebaliknya, barang impor dari China mengalami penurunan tertinggi yakni mencapai USD1.070 juta, lalu Singapura turun USD223,1 juta, dan dari Malaysia USD165,5 juta.

Secara keseluruhan tahun, Januari-Februari 2019 tercatat USD27,19 miliar atau turun 7,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada impor migas sebesar 28,59% atau USD1,2 miliar dan pada non migas turun 4,07% atau USD1,01 miliar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini