nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intip Peluang Segarnya Bisnis Es Tebu

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Minggu 17 Maret 2019 18:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 17 320 2031132 intip-peluang-segarnya-bisnis-es-tebu-0vgcT0AkjG.jpg Foto: Ilustrasi: Goqii

JAKARTA - Bisnis minuman segar tak ada matinya. Salah satu bisnis minuman yang kerap kita jumpai di pinggir jalan adalah es tebu. Untuk menemukan penjual es tebu tidak terlalu sulit karena sudah banyak yang menjualnya di pinggir jalan.

Minuman es tebu merupakan minuman es yang banyak dinikmati orang banyak, karena rasanya yang segar perpaduan antara es dengan sari tebu murni. Tak jarang, banyak orang juga yang menggemari minuman terebut dan berbondong-bondong untuk membelinya ketika cuaca sedang terik. Ditambah lagi harganya yang sangat terjangkau.

Namun, ada risiko yang bisa menghantui sewaktu-waktu, yaitu musim hujan atau saat hujan tiba. Hal ini karena pembeli akan berkurang karena kondisi juga dingin. Usaha minuman ini memiliki peluang yang bagus, apalagi jika rasa minuman Anda tiada duanya, Anda akan banyak diserbu oleh pembeli.

 Baca Juga: Mengeruk Untung Besar dari Segarnya Bisnis Es Dawet

Dengan demikian, menemukan rasa yang yang nikmat merupakan salah satu kunci sukses usaha ini. Untuk menjalankan usaha ini, Anda harus perhatikan biaya dan labanya.

Berikut simulasi usaha es tebu yang dilansir dari buku Jadi Jutawan Dari Bisnis Gerobak karya Putri Sawwal dan Agus Nur Cahyo yang dikutip Okezone, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

1. Gunakanlah tebu yang berkualitas. batang tebu yang berkualitas antara lain dapat dilihat dari diameter batangnya yang besar, kandungan airnya tinggi, dan rasa manisnya pas. Atau bisa dilihat dari sisi bentuknya tetapi jangan terlalu tua dan muda.

2. Kreasi dalam membuat rasanya. Kebanyakan penjual es sari tebu menjual produk mereka hanya dengan tambahan es batu saja. Agar konsumen tidak bosan, maka Anda bisa membuat kreasi rasa baru yang lebih nikmat. Misalnya dengan menambahkan potongan daging kelapa muda, perasan jahe, atau perasan lemon, dan yang lainnya.

 Baca Juga: Memaksimalkan Popularitas untuk Bisnis Raup Triliunan Rupiah

3. Perhatikan jenis mesin giling. Mesin giling tersebut membutuhkan biaya yang terbesar dalam usaha ini. Sebelum memutuskan membeli, Anda sebaiknya mencari informasi sebanyak-banyaknya dan teruji ketahanannya. Perhatikan juga daya listrik yang diperlukan dan tingkat kebisingan mesin tersebut.

Analisis bisnis

1. Modal investasi awal

-Mesin penggiling tebu Rp6.300.000

-Termos es 2 buah Rp300.000

-Spanduk Rp250.000

-Pisau dan golok Rp100.000

Jumlah Rp6.950.000

2. Biaya Operasional

Batang tebu (10 kg x Rp4.000) Rp40.000

Gelas plastik dan sedotan Rp20.000

Lemon, es, susu, dan lain-lain Rp70.000

Listrik, air, dan lain-lain Rp60.000

Jumlah Rp190.000

3. Pendapatan

50 gelas /hari x Rp7.000/gelas = Rp350.000

4. Keuntungan

Pendapatan – biaya operasional bulanan Rp350.000 – Rp190.000 = Rp160.000

Jadi, pendapatan sebulan adalah Rp160.000 x 26 hari = Rp4.160.000. dengan asumsi tersebut, maka modal investasi awal akan kembali dalam waktu kurang dari dua bulan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini