Peran Perempuan di Bisnis Global Makin Besar, Ini Buktinya!

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 18 Maret 2019 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 18 320 2031634 peran-perempuan-di-bisnis-global-makin-besar-ini-buktinya-HxV7jP6yed.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Posisi perempuan di dunia bisnis global semakin signifikan. Riset Women in Business dari Grant Thornton International per Maret 2019 menyebutkan, jumlah perempuan yang menduduki posisi manajemen senior korporasi global naik menjadi 87% dari total responden dibandingkan 75% pada tahun lalu.

Ada kenaikan 20% atau setara 12 poin menurut riset Women in Business Grant Thornton International yang dipublikasikan untuk memperingati Hari Perempuan Dunia setiap 8 Maret. Secara keseluruhan, riset ini menyatakan proporsi perempuan di level manajemen senior korporasi global mencapai 29%. Angka ini hanya naik 10% dalam 15 tahun terakhir.

Namun, separuh dari kenaikan itu, 5%, dicapai hanya dalam satu tahun terakhir. Untuk wilayah ASEAN (termasuk Indonesia), jumlah perempuan yang menduduki posisi manajemen senior korporasi mencapai 94%, dengan proporsi perempuan di level ini sebesar 28%. Hasil ini terbilang tinggi jika dibandingkan dengan wilayah Uni Eropa yang hanya 84% atau Amerika Utara yang 92% untuk jumlah perempuan di posisi manajemen senior korporasi.

Baca Juga: Wapres JK Ingatkan Pentingnya Transparansi dan Akuntabilitas Antarnegara

Pemimpin global Grant Thornton International untuk network capabilities Francesca Lagerberg menjelaskan hasil riset ini sangat menggembirakan dan menjadi indikasi kuat bahwa kesetaraan gender mulai dianggap serius dalam dunia usaha.

"Faktor eksternal seperti meningkatkan transparansi organisasi, pelaporan kesenjangan remunerasi berdasarkan gender, dan dialog publik yang sangat masif seperti munculnya aksi #MeToo membuat bisnis sadar terhadap perubahan yang diperlukan," ujar Lagerberg dalam keterangan resminya, Senin (18/3/2019).

Meski jumlah perempuan di manajemen senior meningkat pesat, masih ada kesenjangan kesetaraan gender di level kepemimpinan tertinggi yang signifikan. Sebab hanya 15% perempuan menduduki posisi CEO/managing director. Posisi senior yang paling banyak diduduki perempuan adalah direktur sumber daya manusia (SDM) dengan 43%.

Gambaran lengkapnya, posisi direktur SDM sebesar 43%. Disusul posisi chief finance officer (CFO) 34%, chief marketing officer (CMO) 20%, chief operating officer (COO) 18%, dan direktur penjualan 17%. Berikutnya chief information officer (CIO) 16%, chief executive officer (CEO)/managing director 15%, dan sebagainya.

grafik

"Lepas dari dukungan dunia bisnis yang kuat terhadap keragaman gender, perubahan di posisi puncak tetap lambat hingga sekarang. Semoga peningkatan tajam dalam representasi perempuan dalam kepemimpinan senior yang kita lihat pada tahun ini bukan murni reaksi spontan terhadap iklim sosial saat ini. Kita akan dapat melihat kemajuan serupa di tahun-tahun mendatang," ucap Lagerberg.

Sementara itu, Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani menambahkan berbagai kebijakan dalam dunia bisnis tidak serta merta mengarah pada pembahasan keragaman gender secara mendalam. Selain itu, kompleksitas dalam menerjemahkan kebijakan-kebijakan tersebut ke dalam praktik dan keberadaan stereotip tentang peran gender, masih menjadi hambatan bagi kemajuan bisnis.

"Agar peningkatan representasi perempuan di posisi senior terus berlanjut, perlu peran dari pemimpin senior khususnya pemimpin senior pria dengan tindakan lebih terencana untuk membuka kesempatan bagi perempuan memberikan kontribusinya di posisi pimpinan senior. Perlu lebih dari sekadar dibuatnya kebijakan-kebijakan yang membahas peluang sama dalam pengembangan karier, seperti dalam perekrutan dan fleksibilitas dalam bekerja. Untuk mencapai kemajuan yang signifikan, kebijakan-kebijakan ini perlu ditaati, ditegakkan, dan direvisi secara teratur serta dinilai dampaknya. Ketika kebijakan-kebijakan tersebut dipadukan dengan komitmen nyata dari pimpinan senior, maka kita sudah mulai menciptakan budaya yang benar-benar inklusif," pungkas Johana.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini